Kraksaan, Memperingati Hari Santri Nasional 2026, LKKNU PCNU  Kraksaan, PUSPAGA Kabupaten Probolinggo bersama SMP Islam Ar Rofi’iyah Semampir  Kraksaan  menggelar seminar dengan tema “Membangun Santri Hebat melalui Gerakan Pendewasaan Pernikahan dan Anti-Bullying”, Selasa, 20/10/2026.

 

Seminar menghadirkan Ning Ranti Sagita, M.Si., Psikolog (PUSPAGA Kab. Probolinggo), serta Ustadzah Bulqis Khofifah, M.Pd., dan Ning Laila Qomariah, M.Pd., perwakilan unsur LKKNU PCNU Kraksaan. Suksesnya acara ini tidak lain sebab dipandu Ustadz Zainul Arifi, S.Pd sebagai MC, ia membuat forum menjadi asik dan menarik terutama santri dan santriwan SMP Ar-rofi’iyah tertegun dan merasa apa yang selama ini mereka problemkan terjawab dan mendapatkan solusi terutama berani lapor setelah menghadirkan tiga pemateri ahli dari LKKNU PCNU Kraksaan.

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Kepala SMP Ar Rofiiyah Semampir, Ustadz Mashudi, S.Pd., menegaskan komitmen sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ia mendorong santri berani melapor kepada guru atau pengurus pesantren bila mengalami maupun menyaksikan perundungan.

 

Hadir membuka acara, Pengasuh PP. Ar Rofiiyah, KH. Moh. Hafidz, M.Pd, menyambut baik dan berterima kasih telah hadir di PP. Ar Rofiiyah, Mangingat pentingnya acara ini bagi semuanya, baik santri, santriwan, guru, pengurus dan simpatisan yang berkecipung di pesantren, karena mereka akan saling mengingatkan ketika sudah

tau mana kalimat bulliying dan tidaknya, justru membuat bahaya sekalipun itu candaan, kedua pendewasaan pernikahan juga menarik sebab santri terutama pengurus jangan buru-buru nikah, kuasai ilmu dan ilmu sosial agar kelak dapat hidup bermasyarakat dengan baik dan maslahah.

 

Ust. Moh. Rudi Hartono, M.M selaku Ketua LKKNU PCNU Kraksaan sangat bangga melihat wajah santri/santriwan sangat antusias mengikuti ini, saya melihat kalian nak, tidak hanya santri tetapi calon pemimpin masa depan, sekecil apapun materi dari LKK PCNU Kraksaan itu akan menjadi bekal baik ketika di Sekolah, Pesantren maupun di tempat lainnya, karena saat ini materi tersebut sangat dibutuhkan semua lembaga pendidikan, terlebih kita memang kumpulan pakar kekeluargaan, keluarga maslahah, psikologi, pendidik, ahli kesehatan, dosen berkumpul di LKK PCNU ini, Alhamdulillah. Perhatikan dan simak baik-baik materi yang telah disampaikan kalau bisa dicatat, sahutnya saat sambutan pembukaan.

 

Pada sesi pendewasaan pernikahan, Ustadzah Bulqis dan Ning Laila mengajak santri memahami kesiapan emosional, mental, sosial, tanggung jawab, serta keberlanjutan pendidikan sebelum berumah tangga, termasuk risiko pernikahan tanpa kesiapan memadai dan kesanggupan dalam mejalani bahtera keluarga. Tentu ilmu, emosial, problem solving, dan kesiapan mental menjadi landasan dasar dalam mewujudkan kesuksesan berumah tangga yang samawa.

 

Pada sesi pencegahan bullying, Ning Ranti mengajak santri mengenali bentuk-bentuk perundungan, meningkatkan empati, dan membangun pertemanan yang sehat. Melalui simulasi bersama dua siswa, santri memahami bahwa candaan bagi pelaku belum

tentu terasa sama bagi korban. Disampaikan pula langkah penanganan: menghentikan perilaku secara aman, melindungi dan mendengarkan korban tanpa menyalahkan, serta membina pelaku secara edukatif agar bertanggung jawab dan memperbaiki diri.

 

Kegiatan ini diharapkan mewujudkan lingkungan pesantren yang “Santri-santriwati senang, Ustadz/dzah tenang, dan orang tua bahagia”, sekaligus menjadi wujud sinergi sekolah, layanan keluarga, dan organisasi NU dalam membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan menghadirkan rasa aman bagi sesama. Selamat Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”