KRAKSAAN. nukraksaan.or.id– Gemuruh keceriaan dan warna-warni krayon memenuhi Aula Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong pada Sabtu (17/10/2026). Ratusan anak usia dini dari jenjang PAUD, Raudhatul Athfal (RA), hingga Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Probolinggo membeludak dan tampil penuh antusias dalam Lomba Mewarnai Logo Nahdlatul Ulama (NU).
Kegiatan bernuansa edukatif dan agamis ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Momen ini menjadi kian istimewa berkat kolaborasi lintas lembaga yang solid, menggandeng Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Probolinggo, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Probolinggo, serta Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNZAH Genggong.
Sejak pagi hari, antusiasme peserta bersama para orang tua dan guru pendamping sudah memadati area kampus. Jemari-jemari mungil mereka tampak sigap memegang krayon dan pensil warna, siap menggoreskan warna terbaik pada gambar bola dunia, bintang sembilan, dan tali jagad yang menjadi simbol kebanggaan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Acara resmi dibuka oleh Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi tinggi inisiatif kolaboratif ini sebagai sarana pengenalan nilai-nilai ke-NU-an sejak dini.
Semangat para peserta dan pendamping kian terpacu saat Ketua RMI PCNU Kraksaan, KH. Moh. Hilmi Thalib, M.Pd., menyampaikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pesantren, lembaga pendidikan formal, organisasi profesi guru, dan perguruan tinggi dalam mengawal tumbuh kembang anak pada masa keemasan (golden age).
“Mengenalkan logo dan simbol Nahdlatul Ulama kepada anak-anak sejak usia dini bukan sekadar mengasah keterampilan motorik dan seni, melainkan bagian dari tawasul dan penanaman benih kecintaan kepada para ulama serta nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang santun dan menyejukkan,” tutur KH. Moh. Hilmi Thalib M.Pd.
Selama perlombaan berlangsung, suasana aula dipenuhi kehangatan. Sorot mata fokus anak-anak yang tekun memadukan warna menjadi pemandangan menggemaskan sekaligus menginspirasi. Kehadiran mahasiswa Prodi PIAUD UNZAH Genggong juga turut menambah kelancaran dan kerapian jalannya acara.
Seluruh rangkaian kegiatan yang sarat dengan spirit Hari Santri Nasional ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Gus Nanang Hudan Dardiri, S.Pd. Doa dipanjatkan agar para generasi penerus ini tumbuh menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, berbakti kepada orang tua, serta membawa keberkahan bagi agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Hari Santri Nasional 2026 di wilayah Kraksaan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga panggung kegembiraan yang menanamkan nilai-nilai kepesantrenan dan kecintaan pada NU sejak langkah pertama kehidupan anak-anak.


