Di akhir zaman, syiar agama tidak hanya butuh ilmu, tetapi juga kemandirian ekonomi.

Kaum muslimin yang kaya memiliki peran strategis untuk mendanai dakwah, membangun fasilitas umat, dan menjaga kedaulatan umat dari ketergantungan pihak lain.

Kekayaan yang berkah di tangan orang shaleh adalah senjata terkuat untuk menjaga kemuliaan agama di tengah gempuran fitnah zaman.

Hal ini sdh di sabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ لَا بُدَّ لِلنَّاسِ فِيهَا مِنَ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ يُقِيمُ الرَّجُلُ بِهَا دِينَهُ وَدُنْيَاهُ

Di akhir zaman, manusia benar-benar membutuhkan uang (dirham dan dinar) untuk menegakkan urusan agama dan dunia mereka.

Sehingga para ulama mengatakan:

مَنْ أَحَبَّ الْمَالَ لِحُبِّ الدِّينِ فَقَدْ صَدَقَ اللهُ فِي إِيمَانِهِ

Siapa yang mencintai atau mencari harta demi membela agama, maka benar-benar iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Bahkan Imam Mawardi berkata:

قَالَ المَاوَرْدِيُّ: وَكَانَ يُقَالُ الدَّرَاهِمُ مَرَاهِمُ لِأَنَّهَا تَدَاوِي كُلَّ جُرْحٍ وَيَطِيبُ بِهَا كُلُّ صُلْحٍ

Uang sering kali menjadi obat, karena dapat menyembuhkan segala luka (kesulitan) dan mendamaikan setiap masalah.

Dalam sebuah Syair juga dikatakan:

رَأَيْتُ النَّاسَ قَدْ مَالُوا إِلَى مَنْ لَهُ الْمَالُ ○ وَمَنْ لَيْسَ لَهُ الْمَالُ النَّاسُ عَنْهُ مَالُوا

Aku melihat manusia cenderung (hormat dan mendekat) kepada orang yang punya harta. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki harta, dijauhi dan ditinggalkan oleh manusia.

Saya doakan, semoga kawan-kawan yang membaca tulisan saya ini semua kaya-kaya, rezeki melimpah dan bisa membantu perjuangan agama Islam.

 

Penulis:  M. Syakur Dewa.

Sumber: Kitab Faidhul Qadir juz 1 hal 526.