Krejengan, nukraksaan.or.id — Ribuan alumni dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Pondok Pesantren (PP) Darul Lughah Wal Karomah (DWK) 3 yang berlokasi di Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan, dalam rangka menghadiri acara Halalbihalal dan Haul Akbar ke-11 yang digelar pada Ahad (19/4/2016). Kegiatan yang berlangsung penuh kekhusyukan dan kehangatan ini mengusung tema “1 Cinta 1000 Cerita untuk DWK”.
Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen tahunan, melainkan juga sebagai momentum mempererat ikatan spiritual dan sosial antara para alumni, pengasuh, serta keluarga besar pesantren. Kehadiran ribuan peserta menjadi bukti kuatnya rasa cinta dan loyalitas terhadap almamater.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, serta para alumni lintas generasi yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa sejak awal hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Ikatan Alumni dan Santri PP Darul Lughah Wal Karomah (IKSADA), Gus Ahmad Syauqi Risqan Najah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh alumni yang telah hadir. Ia mengaku sempat pesimis terhadap tingkat kehadiran alumni, mengingat lokasi DWK 3 yang belum banyak dikenal.

“Awalnya kami sempat pesimis karena banyak alumni yang belum mengetahui lokasi DWK 3. Namun, berkat publikasi panitia yang gencar dan besarnya rasa cinta alumni terhadap pesantren, hasilnya luar biasa seperti ini,” ujarnya. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas alumni sebagai bagian dari kekuatan pesantren.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh salah satu alumni, Purnawirawan TNI AL, Peltu Mahrus Sulaiman. Ia mengenang sosok pendiri PP DWK, almarhum KH Ahmad Baidlawi, sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya.
“Saat ada teman yang mencoba menjerumuskan saya ke dunia malam, Masyaallah, seakan-akan ruh beliau datang mencegah saya. Insyaallah beliau adalah wali Allah,” ungkapnya haru. Ia juga menceritakan kesabaran almarhum dalam mendidiknya, bahkan hingga larut malam sampai pukul 02.30 dini hari.
Sementara itu, Pengasuh PP DWK, KH Mahmud Ali Wafa Baidlawi, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kekompakan para alumni. Ia menegaskan bahwa perkembangan pesantren tidak lepas dari dukungan para alumni yang terus berkhidmat di berbagai bidang.
“Alhamdulillah, dengan dukungan alumni, DWK terus berkembang; mulai dari DWK Pusat di Sidomukti, DWK 2 di Patemon, hingga saat ini DWK 3 di Gebangan, Krejengan. Adapun yang akan segera dibangun adalah DWK 4 di Asembagus,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau juga memaparkan arah pengembangan pesantren ke depan. DWK 2 direncanakan menjadi pesantren berbasis olahraga, sementara DWK 3 diproyeksikan sebagai pesantren tahfidz Al-Qur’an.
Sebagai penceramah dalam acara tersebut, KH Tuhfatul Ghani Mufaddal menyampaikan mauidah hasanah yang menyentuh hati para jamaah. Ia menekankan pentingnya adab kepada guru dan orang tua sebagai fondasi utama dalam kehidupan.
“Jika orang tua baik, insyaallah anaknya baik. Sebaliknya, jika orang tua buruk, dikhawatirkan anaknya ikut buruk. Oleh karena itu, orang tua perlu mendidik anaknya di pesantren agar menjadi pribadi yang saleh dan mengharumkan nama orang tua,” dawuh beliau.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi mushafahah atau bersalam-salaman antara dewan pengasuh dan seluruh alumni. Momen tersebut menjadi simbol saling memaafkan sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di antara seluruh keluarga besar PP Darul Lughah Wal Karomah.
Kegiatan ini diharapkan mampu terus menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan pesantren di masa mendatang.


