KRUCIL – Momentum Halal Bihalal keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krucil tahun ini menjadi ajang penguatan ideologi dan kemandirian ekonomi organisasi. Acara yang digelar pada Sabtu (18/04/2026) pukul 09.00 WIB ini menyoroti peran strategis LAZISNU sebagai motor penggerak utama kegiatan-kegiatan keumatan.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung Ketua PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Noer, serta Ketua LAZISNU PCNU Kraksaan, KH. Basyit Badali. Hadir pula jajaran Musytasar NU, pengurus MWCNU Krucil, serta seluruh pengurus Badan Otonom mulai dari PAC Ansor, Muslimat, Fatayat, hingga IPNU-IPPNU dan lembaga-lembaga di bawah naungan NU.

Dalam sambutannya Ketua LAZISNU PCNU Kraksaan, KH. Basyit Badali menekankan bahwa Nahdlatul Ulama harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Beliau menjelaskan bahwa LAZISNU merupakan instrumen kunci untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“LAZISNU adalah bentuk kemandirian dari organisasi Nahdlatul Ulama. Ini bukan sekadar lembaga amil zakat, melainkan tonggak utama bergeraknya roda organisasi kita,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Beliau juga menginstruksikan agar seluruh elemen NU, baik di tingkatan Banom maupun lembaga, memberikan dukungan penuh terhadap program-program LAZISNU. Menurutnya, sinergi kolektif adalah syarat mutlak agar program kemandirian ini bisa dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat ranting (desa).

Senada dengan hal tersebut, Ketua MWCNU Krucil dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pengurus untuk melakukan refleksi diri. Ia mengharapkan momentum ini menjadi titik awal bagi para pengurus di tingkat Anak Cabang maupun Ranting untuk lebih serius dan disiplin dalam mengemban amanah.

“Kedepannya, kami mengharap para pengurus NU untuk lebih serius menjalankan amanah di Nahdlatul Ulama. Militansi kita diuji dari sejauh mana kita bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan organisasi,” Pungkasnya