KRAKSAAN. nukraksaan.or.id-Jumat, 25 September 2026, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Kraksaan kembali menggelar program LKKNU Goes to Pesantren sebagai upaya membekali generasi santri dengan pemahaman keagamaan, penguatan karakter, serta kesiapan menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di dua pondok pesantren, yakni PP. Kanzus Sholawat Kandang Jati dan PP. Zainul Anwar Alas Sumur, Kraksaan, ini diikuti oleh sekitar 155 santri putra dan putri dengan penuh antusias.

Kegiatan pertama berlangsung di PP. Kanzus Sholawat, Kandang Jati, Kraksaan, dengan dihadiri langsung oleh Pengasuh PP. Kanzus Sholawat, KH. Syamsul Arifin Abdullah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan antara ilmu dan akhlak sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur.

Ketua LKKNU PCNU Kraksaan, Ust. Mohammad Rudi Hartono, S.Pd., M.M., turut menyampaikan harapannya agar seluruh generasi santri memiliki keyakinan yang kuat terhadap kedewasaan, keberhasilan, dan kebermanfaatan diri, sehingga mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi Masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 santri putra dan putri. Rangkaian acara diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta sebelum menerima materi. Hadir sebagai pemateri, Ning Lailatul Qomariah, S.Ag., M.Pd.; Ust. Dr. Muhammad Zainuddin; Ranti Sagita, S.Psi., M.Psi., Psikolog; serta Ust. H. Suharto, S.Hi., M.Pd.I. Acara dipandu oleh Siti Mahmudah, S.H.I., Bidang Sosial dan Kesehatan Keluarga LKKNU PCNU Kraksaan. Turut hadir Ust. Ahmad Hafidzi, S.Psi., M.Psi., Wakil Ketua I LKKNU PCNU Kraksaan sekaligus anggota Puspaga Kabupaten Probolinggo, serta Ust. Samsuddin.

Usai salat Jumat, kegiatan LKKNU Goes to Pesantren berlanjut ke PP. Zainul Anwar, Alas Sumur, Kraksaan, dengan diikuti sekitar 75 santri putri. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para santri tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi role play atau bermain peran yang dirancang untuk membantu mereka memahami berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan mencakup isu perundungan (bullying), pendewasaan usia perkawinan, LGBT, serta radikalisme di kalangan pesantren. Pembahasan dikemas sebagai upaya memperkuat pemahaman, membangun kesadaran, dan menanamkan sikap bijak dalam menghadapi dinamika sosial.

Dalam sambutannya, KH. Hasan Asyadzili Abdullah, Pengasuh PP. Zainul Anwar, menyampaikan pesan penting tentang perlunya santri memiliki kemampuan menjaga diri serta membangun pola pikir yang matang dan dewasa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Beliau mengibaratkan kehidupan seperti bunga mawar, yang secantik apa pun tetap memiliki duri.

“Kehidupan itu ibarat bunga mawar. Secantik apa pun, tetap ada durinya. Karena itu, santri harus mampu menjaga diri, berpikir matang, dan bersikap dewasa dalam menghadapi setiap persoalan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keindahan hidup harus diiringi dengan kewaspadaan, kebijaksanaan, dan kemampuan menjaga kehormatan diri.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa santri harus tumbuh menjadi pribadi yang lembut, berakhlak, dan berilmu. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama bagi santri dalam menjalani kehidupan, baik selama berada di pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Program LKKNU Goes to Pesantren menjadi bagian dari ikhtiar LKKNU PCNU Kraksaan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun generasi muda yang berkarakter, berpengetahuan, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan kehidupan. Materi yang disampaikan selaras dengan kebutuhan santri dan santriwati dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Tidak hanya berbekal ilmu agama, mereka juga diharapkan memiliki kedewasaan berpikir, akhlak yang baik, serta kemampuan menjaga diri dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Melalui kegiatan ini, LKKNU PCNU Kraksaan berharap para santri mampu menjadi generasi yang tidak hanya sukses bagi dirinya sendiri, tetapi juga hadir membawa manfaat, menebarkan kebaikan, dan menjadi bagian dari solusi bagi persoalan keluarga serta masyarakat.