NUKRAKSAAN.OR.ID – Perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo didorong mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah melalui penelitian dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Upaya itu diperkuat melalui kolaborasi Aliansi Inovator dan Peneliti Probolinggo (AIPRO), Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kraksaan, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Ketiganya menggelar fasilitasi dan pembinaan riset serta inovasi yang melibatkan 14 perguruan tinggi se-Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3 Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong.
Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan agenda penelitian kampus dengan kebutuhan pembangunan daerah. Sejumlah program strategis turut dibahas, mulai dari rencana pembentukan Pusat Inovasi Daerah, hibah penelitian, hingga beasiswa mahasiswa.

Kegiatan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Kabupaten Probolinggo Dr. Anang Budi Yoelijanto, M.M.Kes., MMRS, Kepala Litbang Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Hj. Alfiatul Khoiriyah, M.AP., serta pimpinan 14 perguruan tinggi.
Riset Kampus Didorong Menjawab Persoalan Daerah
Penguatan riset tidak cukup hanya menghasilkan karya ilmiah. Hasil penelitian juga diharapkan mampu melahirkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Karena itu, perguruan tinggi didorong mengembangkan penelitian yang sesuai dengan potensi lokal dan prioritas pembangunan Kabupaten Probolinggo.
Hasilnya dapat berupa rekomendasi kebijakan, inovasi pelayanan publik, pengembangan produk unggulan, teknologi terapan, hingga model pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi AIPRO, LPTNU Kraksaan, dan Pemkab Probolinggo diharapkan menjadi penghubung antara kapasitas akademisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan pola kerja bersama, potensi peneliti dari berbagai kampus dapat dihimpun untuk menghasilkan program yang lebih terarah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pusat Inovasi Daerah Masuk Agenda Strategis
Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembentukan Pusat Inovasi Daerah yang melibatkan perguruan tinggi.
Wadah ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemerintah, akademisi, peneliti, dan inovator untuk mengembangkan gagasan serta memperkuat penelitian terapan.
Keberadaan pusat inovasi juga berpotensi memperluas pemanfaatan hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Berbagai temuan kampus dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Keterlibatan 14 perguruan tinggi menjadi modal untuk memperluas jejaring penelitian sekaligus menghimpun keahlian dari berbagai bidang.
Melalui sinergi tersebut, pengembangan inovasi berbasis potensi lokal diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Hibah Penelitian dan Beasiswa Jadi Perhatian
Selain membahas pusat inovasi, forum tersebut juga mengangkat peluang hibah penelitian dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo bagi perguruan tinggi.
Fasilitasi ini diharapkan membuka kesempatan bagi dosen dan peneliti untuk mengembangkan kajian yang berkaitan langsung dengan persoalan serta kebutuhan pembangunan daerah.
Perguruan tinggi didorong menyusun proposal penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi diterapkan dan memberikan dampak sosial maupun ekonomi.
Agenda lain yang turut dibahas adalah program beasiswa mahasiswa untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Beasiswa diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membantu menyiapkan generasi muda yang kompeten dan mampu berkontribusi bagi daerah.
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, perguruan tinggi juga didorong mempercepat kerja sama formal dengan Pemkab Probolinggo melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Langkah itu diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program kolaborasi yang lebih terstruktur sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi Diharapkan Berlanjut ke Program Nyata
Pertemuan yang melibatkan 14 perguruan tinggi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, dunia akademik, dan komunitas inovator.
AIPRO dan LPTNU Kraksaan bersama Pemkab Probolinggo diharapkan dapat mengawal sinergi tersebut agar berlanjut ke kegiatan konkret, mulai dari penelitian kolaboratif hingga pemanfaatan hasil riset untuk pembangunan.
Pengembangan Pusat Inovasi Daerah, pemanfaatan hibah penelitian, dan penguatan akses beasiswa menjadi bagian dari agenda yang perlu ditindaklanjuti.
Melalui kerja sama lintas lembaga, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis pengetahuan serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

