PAITON. nukraksaan.or.id-PC Fatayat NU Kraksaan kembali melanjutkan kegiatan Road to Pesantren di titik ketiga, yakni Pondok Pesantren Nurul Hidayah Desa Sumberejo Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengedukasi santri tentang pentingnya mencegah perundungan (bullying) dan menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta saling menghargai.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh pengasuh PP. Nurul Hidayah, Wildah Romdhonah, S.Hum., M.Pd. beliau berharap para santri mendapatkan tambahan wawasan dan pemahaman untuk bersama-sama menghilangkan budaya bullying di lingkungan pesantren.

Hadir sebagai pemateri dari PC Fatayat NU Kraksaan, yakni Ning Dr. Siti Munawaroh, M.Pd., Shofiatun, S.Pd., Ning Millah Qoyyimah, M.Pd., Mistria Harmonis, M.Pd., Siti Mahmudah, dan Faiqotul Munawarroh. Kegiatan ini diikuti oleh 60 santri yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara.

Penyampaian materi berlangsung interaktif dan menyenangkan. Tidak hanya melalui ceramah, para santri juga diajak mengikuti diskusi hangat, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab yang membuka ruang bagi mereka untuk berbagi pandangan dan pengalaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Dalam pemaparannya, para pemateri menjelaskan bahwa perilaku bullying dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tekanan atau norma dari lingkungan sosial dan keluarga, konflik batin maupun pencarian jati diri pada masa remaja hingga dewasa, serta trauma atau pengalaman relasi tertentu.

Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan bullying perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penyediaan ruang aman (safe space), penguatan psikologis, serta pemulihan dari dampak sosial seperti stigma, perundungan, dan diskriminasi.

Melalui kegiatan Road to Pesantren ini, PC Fatayat NU Kraksaan berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang memuliakan martabat setiap santri. Perbedaan bukan alasan untuk merendahkan, dan kekuatan bukan untuk menyakiti.

Bersama Fatayat, mari wujudkan pesantren yang ramah, aman, dan bebas bullying. Santri berdaya, saling menjaga, dan tumbuh bersama dalam akhlak mulia.