Kraksaan. nukraksaan.or.id— PC Fatayat NU Kraksaan turut hadir dalam Pembukaan Festival Literasi Kabupaten Probolinggo 2026 dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2026, sekaligus pencanangan “Gerakan Kabupaten Probolinggo Membaca”, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo tersebut dihadiri oleh Sahabat Etik Mahmudatul Himma, S.H., Koordinator Bidang Advokasi, Hukum dan Politik PC Fatayat NU Kraksaan.

Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo beserta jajaran, Sekretaris Daerah, Ketua Dharma Wanita, asisten dan staf ahli, jajaran OPD, pimpinan Bank Jatim, unsur TNI-Polri, HIMPAUDI, komunitas literasi, pimpinan organisasi serta kepala sekolah.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Saman dari SDIT Permata Kraksaan, dilanjutkan laporan dan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Probolinggo, Hj. Ulfiningtyas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Dalam laporannya disampaikan bahwa Festival Literasi Kabupaten Probolinggo 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari talkshow literasi, workshop kecantikan, pameran TPBIS, bazar buku murah, bazar produk UMKM desa, cek kesehatan, cek kecerdasan, konsultasi kecantikan, hingga pameran arsip dan naskah kuno.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan para pemenang Lomba Bertutur Sejarah Desa di Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, dalam sesi motivasi bertajuk “Membaca Itu Asik”, Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, S.E., mengajak masyarakat membangun mindset bahwa membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan.

“Dengan gempuran teknologi yang luar biasa, jangan sampai kita terlarut dalam media sosial. Melek literasi merupakan tugas kita semua untuk menuju kesuksesan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menegaskan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi proses membuka jendela pikiran dan menerima berbagai perspektif untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Literasi adalah mengubah kata-kata menjadi suatu karya,” ungkapnya.

Bupati juga berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya membaca yang kuat di tengah masyarakat. Ia secara khusus mendorong peran perempuan dan para ibu dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Karena itu, perempuan diharapkan mengambil peran besar dalam membangun generasi yang cerdas dan berwawasan.

Sejalan dengan semangat tersebut, PC Fatayat NU Kraksaan menyambut baik pencanangan Gerakan Kabupaten Probolinggo Membaca.

Gerakan membaca diharapkan tidak hanya berhenti di gedung perpustakaan, tetapi hadir dan tumbuh di tengah keluarga serta masyarakat.

Fatayat NU sebagai bagian dari perempuan dan penggerak keluarga siap menjadi garda terdepan dalam menghidupkan budaya literasi, salah satunya melalui pengembangan “Pojok Baca” di setiap desa.

Sebab, literasi bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang kita baca, tetapi tentang seberapa luas wawasan yang kita buka, seberapa bijak kita menerima perbedaan, dan seberapa besar ilmu yang kita hadirkan menjadi manfaat.