Krejengan, nukraksaan.or.id — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan forum kajian strategis di kediaman Ahmad Basori, Pengurus Bidang Kaderisasi Lakpesdam, yang berlokasi di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo pada Ahad (3/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus sebagai momentum konsolidasi sekaligus merumuskan langkah nyata dalam menjawab persoalan umat, khususnya di sektor pertanian tembakau.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan khas Nahdlatul Ulama, forum tersebut menghasilkan sejumlah gagasan penting terkait advokasi bagi petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. Para peserta menilai bahwa intervensi kebijakan sangat dibutuhkan untuk melindungi petani dari berbagai risiko kerugian, terutama di tengah dinamika pasar dan perubahan iklim.

Ketua Lakpesdam, Muhammad Yazid, mengungkapkan bahwa terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus advokasi ke depan. Pertama, mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian harga tembakau guna mencegah kerugian petani, terutama pada fase akhir masa panen yang kerap diwarnai anjloknya harga.

Kedua, Lakpesdam menyoroti pentingnya ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani tembakau yang selama ini dinilai masih sulit diakses. Ketiga, perlunya rekayasa sistem pengairan sebagai langkah adaptif menghadapi dampak musim El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

“Sebagai tahap awal, kami akan mengajak Lembaga Pengembangan Pertanian NU untuk membuat kajian yang lebih mendalam. Hasilnya akan kami jadikan bahan audiensi dengan dinas-dinas terkait,” ujar Yazid.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam, M. Abdul Fatah, menegaskan bahwa puncak dari upaya advokasi ini adalah mendorong lahirnya kebijakan konkret melalui audiensi dengan pemerintah daerah.

“Seluruh hasil kajian tersebut akan kami susun dalam bentuk policy brief sebagai rekomendasi kebijakan Perda Pengendalian Harga Tembakau,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ahmad Basori selaku tuan rumah menekankan urgensi advokasi ini dalam rangka melindungi petani tembakau di Probolinggo yang mayoritas merupakan warga Nahdliyin.

“Ini sangat krusial. Jika perlu, kita akan mengundang H. Her sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) sebelum melangkah ke tahap audiensi,” ujar pria yang akrab disapa Bagong tersebut.

Melalui forum ini, Lakpesdam NU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bergerak dalam ranah kajian, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tembakau di daerah.