GADING.nukraksaan.or.id– Memeriahkan Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kraksaan kembali melanjutkan rangkaian Roadshow Pesantren Anti-Bullying. Kali ini, kegiatan memasuki titik kelima yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, di bawah asuhan K. A. Zainullah Multazam, S.Pd.I.
Dalam kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Kraksaan hadir untuk berbagi ilmu dan memperkuat pemahaman santri mengenai pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pesantren.
Pemilihan materi anti-bullying bukan tanpa alasan. Edukasi tentang perundungan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan, membentuk akhlak, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. Pesantren sebagai tempat menimba ilmu dan membangun karakter harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, penghormatan, dan persaudaraan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari keluarga besar pesantren. Para santriwan dan santriwati mengikuti penyampaian materi dengan penuh antusias. Semangat tersebut menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying merupakan kebutuhan penting bagi generasi santri dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.

Melalui kegiatan ini, santri diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan fisik, verbal, hingga perundungan digital. Mereka juga didorong untuk lebih bijak dalam bertutur kata, menghargai perbedaan, serta menjaga sikap dan perilaku terhadap sesama.
Lebih dari sekadar menambah wawasan, edukasi ini bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun lingkungan pesantren yang aman, serta mencegah dampak psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi akibat perundungan. Santri juga didorong untuk berani melaporkan tindakan bullying kepada pengasuh atau pengurus pesantren apabila melihat maupun mengalaminya.
Di sisi lain, pemahaman mengenai anti-bullying diharapkan dapat memperkuat peran pengasuh dan pengurus pesantren dalam menangani konflik secara tepat, sekaligus menegakkan aturan yang melindungi seluruh santri.
Melalui Roadshow Pesantren Anti-Bullying ini, PC Fatayat NU Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah dunia pendidikan pesantren, berbagi pengetahuan, dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan.
Semangat Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan bahwa santri tidak hanya dituntut berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu menjaga sesama. Sebab, pesantren yang kuat bukan hanya tempat lahirnya generasi berilmu, melainkan juga ruang tumbuh yang aman, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi martabat setiap insan.
Santri berdaya, pesantren bersahabat, bullying harus berhenti!


