KRAKSAAN. nukraksaan.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo terus menguatkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Pesantren hari ke-4 berupa sosialisasi anti-bullying dan anti-kekerasan di Pondok Pesantren Salafiyah Wali Songo, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Selasa, 20/10/2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini diikuti oleh puluhan santriwan dan santriwati dengan penuh antusias. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua III PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sahabat Lailatul Fikriyah, bersama Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Advokasi, Sahabat Etik Mahmudatul Himma, S.H.
Kedatangan tim Fatayat NU disambut hangat oleh jajaran pengurus pondok pesantren, para ustadzah, serta seluruh santri. Sosialisasi dikemas secara interaktif dan komunikatif agar para peserta tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga mampu mengenali dampak serta pentingnya mencegah kekerasan di lingkungan pesantren.
Dalam pemaparan materi, para santri mendapatkan edukasi mengenai bahaya bullying dan dampaknya terhadap kesehatan mental maupun kehidupan sosial. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Suasana semakin hidup melalui berbagai kegiatan interaktif, mulai dari permainan edukatif (games), diskusi kelompok, hingga pembacaan ikrar bersama sebagai Santri Anti-Bullying. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan pesantren merupakan tanggung jawab bersama.
Sebagai penutup, para santri dan ustadzah bersama-sama menempelkan stiker komitmen pada “Pohon Harapan Kebaikan”. Kegiatan simbolis ini menjadi wujud harapan dan tekad bersama untuk saling menjaga, menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.
Melalui roadshow ini, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo berharap pesantren semakin menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya menanamkan ilmu dan akhlak, tetapi juga membangun budaya saling menghargai tanpa perundungan dan kekerasan.
Stop Bullying! Santri Berani Peduli, Berani Melindungi, dan Berani Menciptakan Pesantren yang Aman dan Ramah bagi Semua.


