BANYUANYAR. nukraksaan.or.id– Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge 2026 dengan mengusung tema “Generasi Berilmu, Berakhlak dan Berdaya”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23–25 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Dewari Ranjana, Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 120 lembaga pendidikan tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan LP Ma’arif PCNU Kraksaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pada Sabtu (24/10/2026), Asnuter atau Aswaja Center PCNU Kraksaan turut mengambil bagian dengan menyampaikan materi tentang keaswajaan dan Ke-NU-an kepada para peserta jambore.
Adapun pemateri yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya M. Syahri, Ubaidillah, Nun Ibrahim Safi’i, dan Gus Muhammad Barok. Mereka menyampaikan materi yang berfokus pada pengenalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta berbagai istilah yang berkaitan dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Penyampaian materi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para santri mengenai ajaran Aswaja an-Nahdliyah, sekaligus mengenalkan nilai-nilai dasar, tradisi, dan identitas organisasi Nahdlatul Ulama sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga mempunyai pemahaman keagamaan yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan Aswaja Center PCNU Kraksaan dalam Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge 2026 menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter dan kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama melalui jalur pendidikan formal maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Tema “Generasi Berilmu, Berakhlak dan Berdaya” menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu memiliki landasan akidah yang kuat, akhlak yang baik, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membentuk generasi santri yang unggul dalam pengetahuan, kokoh dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, berkarakter, serta siap melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama di masa mendatang.


