Krucil . nukraksaan.or.id— Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan sukses menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) dan Sosialisasi Program Digdaya Pesantren yang ke-7 pada Minggu, 2 Agustus 2026. Acara pungkasan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan bertempat di Pondok Pesantren Sunan Bonang, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Sosialisasi ini melibatkan Pesantren Se-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) sekaligus, yakni MWC NU Krucil, MWC NU Tiris Timur, dan MWC NU Tiris Barat. Program Digdaya Pesantren sendiri merupakan salah satu program unggulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dirancang untuk memperkuat tata kelola, kemandirian, dan digitalisasi pesantren di seluruh Indonesia
Dalam sambutannya, Ketua RMI PCNU Kraksaan, Gus Moh. Hilmi Thalib, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terlaksananya seluruh rangkaian program turba ini dari awal hingga akhir.
“Alhamdulillah, ini sosialisasi dan turba yang ke-7 sekaligus yang terakhir. Semoga dengan adanya program Digdaya Pesantren ini bisa membawa manfaat nyata dan keberkahan bagi seluruh pesantren se-wilayah PCNU Kraksaan,” tutur Gus Hilmi di hadapan para pengasuh dan perwakilan pesantren yang hadir.

Melalui program Digdaya Pesantren, RMI PCNU Kraksaan berkomitmen mendampingi pesantren-pesantren di wilayahnya agar dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman khas Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Kehadiran para Perwakilan Lembaga MWC NU dan pimpinan & operator pesantren dari wilayah Krucil hingga Tiris menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendukung gerakan transformasi pesantren yang diusung oleh PBNU ini. Dengan berakhirnya putaran ke-7 turba ini, RMI PCNU Kraksaan siap melangkah ke tahap pendampingan teknis demi mewujudkan pesantren yang mandiri, berdaya, dan unggul.
Pengasuh Ponpes Sunan Bonang menyambut sangat hangat, acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan pesantren dan kemajuan warga Nahdliyin di Wilayah PCNU Kraksaan.


