Kraksaan. nukraksaan.or.id — Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan tengah berduka. Salah satu kader dan tokoh penting dalam jajaran PCNU Kraksaan, Wakil Ketua Tanfidziyah yang membidangi pengkaderan, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag., telah berpulang ke rahmatullah pada Senin, 28 September 2026, sekitar pukul 03.00 dini hari.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya PCNU Kraksaan. Almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif mengabdikan diri kepada masyarakat, dunia pendidikan, pesantren, serta perjuangan pengkaderan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Noer, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Dr. Abdul Aziz Wahab. Menurut Gus Hafidz, sapaan akrabnya, hubungan dengan almarhum telah terjalin cukup lama sehingga kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PCNU Kraksaan.
Gus Hafidz menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang sangat melekat pada sosok almarhum dan menjadi teladan bagi warga Nahdlatul Ulama.

Pertama, pengabdian. Dr. Abdul Aziz Wahab dikenal memiliki pengabdian yang besar kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan perjuangan bagi para guru. Kiprah dan sepak terjangnya dalam mengabdi kepada masyarakat, menurut Gus Hafidz, telah banyak diketahui dan dirasakan oleh berbagai kalangan.
“Pengabdian beliau kepada masyarakat, utamanya kepada para guru, tidak tertandingi. Semua pasti tahu bagaimana sepak terjang beliau selama ini dalam mengabdikan diri,” ungkap Gus Hafidz.
Kedua, kepedulian terhadap pendidikan. Almarhum merupakan sosok yang gigih memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan. Salah satu kiprahnya tercermin dalam perjuangannya ikut mendorong perkembangan Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Kraksaan agar semakin maju dan berkembang.
Menurut Gus Hafidz, perhatian almarhum terhadap pendidikan tidak hanya sebatas gagasan, tetapi diwujudkan melalui pengabdian dan perjuangan nyata yang dilakukan selama bertahun-tahun.
“Bapak Aziz adalah sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan. Beliau gigih memperjuangkan dunia pendidikan, salah satunya bagaimana UNZAH semakin berkembang,” tuturnya.
Ketiga, semangat perjuangan di Nahdlatul Ulama, khususnya dalam bidang pengkaderan. Dr. Abdul Aziz Wahab merupakan salah satu sosok yang memiliki perhatian besar terhadap keberlangsungan kaderisasi NU. Kiprahnya dalam berbagai kegiatan pengkaderan menjadikan almarhum sebagai salah satu panutan bagi para kader NU di lingkungan PCNU Kraksaan.
Almarhum aktif dalam berbagai agenda pengkaderan, termasuk Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) dan Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (P-MKNU).
“Beliau sangat semangat dalam berjuang di Nahdlatul Ulama, terutama dalam bidang pengkaderan. Beliau menjadi sosok panutan kita dalam mengkader para kader Nahdlatul Ulama, baik melalui PD-PKPNU maupun P-MKNU,” ujar Gus Hafidz.

Gus Hafidz juga menyampaikan bahwa selama mengenal almarhum, dirinya menyaksikan Dr. Abdul Aziz Wahab sebagai sosok yang baik, penuh pengabdian, dan memiliki komitmen kuat dalam menjalankan amanah.
Bagi PCNU Kraksaan, wafatnya Dr. Abdul Aziz Wahab bukan hanya kehilangan seorang pengurus, tetapi juga kehilangan seorang penggerak pendidikan, pengabdi masyarakat, serta pejuang kaderisasi Nahdlatul Ulama.
“Bapak Aziz adalah orang baik. Semoga seluruh amal pengabdian beliau di pesantren, masyarakat, pendidikan, dan Nahdlatul Ulama menjadi ladang kebaikan yang terus mengalir dan menjadi keberkahan bagi beliau,” pungkas Gus Hafidz.
Keluarga besar PCNU Kraksaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.


