KRAKSAAN. nukraksaan.or.id — Upaya penguatan tata kelola dan kemandirian pesantren di wilayah Kraksaan terus digencarkan. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kraksaan sukses menggelar kegiatan Turba (Turun di Bawah) dan Sosialisasi Program Digdaya Pesantren Ke-4, Kamis (23/7/2026).

Bertempat di Pondok Pesantren Zainul Anwar, Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus RMI PCNU Kraksaan serta para operator pondok pesantren se-MWC NU Besuk dan Kraksaan.

Program Digdaya Pesantren merupakan salah satu agenda strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merambah hingga ke tingkat basis. Memasuki sosialisasi tahap ke-empat, RMI PCNU Kraksaan berfokus memperkuat sinergi antara struktur NU dan pengelola pesantren agar manfaat digitalisasi serta kemandirian ekonomi pesantren dapat terwujud secara merata.

Kegiatan Turba ini berlangsung hangat dan produktif, menjadi sarana dialog interaktif antara pengurus RMI dan operator pesantren untuk membedah potensi serta tantangan pengembangan lembaga di era modern.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Dalam sambutannya, Ketua RMI PCNU Kraksaan menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program PBNU ini hingga tuntas di level akar rumput.

“Kami akan terus semangat mengawal dengan tuntas program Digdaya Pesantren ini sampai bisa dirasakan oleh pesantren-pesantren se-wilayah Kraksaan,” tegas Ketua RMI PCNU Kraksaan di hadapan para peserta.

Beliau juga menekankan pentingnya kebersamaan antar-pesantren agar tidak ada lembaga yang tertinggal dalam proses transformasi ini.

Melalui konsistensi kegiatan Turba seperti di PP Zainul Anwar ini, RMI PCNU Kraksaan berharap seluruh pesantren di bawah wilayah RMI PCNU Kraksaan semakin solid, berdaya saing tinggi, dan siap menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman serta ke-NU-annya.

Tuan rumah KH. M. Hasan As-syadzili selaku Pengasuh Ponpes Zainul Anwar menyambut sangat hangat, acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan pesantren dan kemajuan warga Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo.