Paiton. nukraksaan.or.id- Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan “LKKNU Goes to Pesantren” pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua pondok pesantren, yakni PP Islamiyah Syafi’iyah Sumberanyar, Paiton, dan PP Nurur Rahmah Sambirampak Lor, Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.
Mengusung tema “Santri Berdaya, Generasi Terjaga”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LKKNU dalam memberikan edukasi dan penguatan pengetahuan kepada para santri mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja dan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, LKKNU menghadirkan tiga pemateri, yakni Ranti Sagita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Ahmad Hafizi, S.Psi., M.Psi., dan Bulkis Khofifah, M.Pd.
Sejumlah materi disampaikan kepada para peserta, di antaranya mengenai pendewasaan usia pernikahan, bullying, radikalisme, serta LGBT. Materi dikemas dalam bentuk seminar dan diskusi sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk bertanya dan menyampaikan pandangan terkait persoalan yang dihadapi generasi muda.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari dua pondok pesantren serta mahasiswa yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dari sejumlah kampus swasta di Kabupaten Probolinggo.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para santri mengikuti penyampaian materi dan diskusi dengan aktif, terutama ketika membahas persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, relasi sosial, kesehatan mental, serta tantangan yang dihadapi remaja di tengah perkembangan zaman.
Pengasuh PP Islamiyah Syafi’iyah Sumberanyar, Gus Mohammad Idris Mubarok, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pesantren.
Menurutnya, semakin luas kegiatan edukasi seperti ini dilaksanakan, semakin banyak pula santri yang memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Harapannya, acara semacam ini bisa meluas ke seluruh pesantren, sehingga semakin banyak santri yang memiliki pengalaman dan pengetahuan seperti yang diberikan dalam kegiatan ini,” ujar Gus Mohammad Idris Mubarok.
Sementara itu, Ketua LKKNU Kabupaten Probolinggo, Muhammad Rudi Hartono, S.Pd., MM., mengatakan bahwa kegiatan LKKNU Goes to Pesantren diharapkan tidak berhenti pada pemberian edukasi semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi jembatan sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan generasi santri yang sehat, berdaya, berkarakter, dan terlindungi,” kata Rudi.
Ia menambahkan, LKKNU juga ingin membuka ruang pendampingan dan kepedulian bagi para santri. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kesehatan mental, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
“Bukan hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga membuka ruang pendampingan dan kepedulian, agar setiap santri tumbuh dengan bekal ilmu, keterampilan, kesehatan mental, serta lingkungan yang aman dan mendukung,” imbuhnya.
Melalui program LKKNU Goes to Pesantren, LKKNU PCNU Kraksaan berharap edukasi dan pendampingan bagi generasi santri dapat terus diperluas. Pesantren dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi ruang strategis untuk membangun ketahanan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga NU, pesantren, kalangan akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.
Dengan semangat “Santri Berdaya, Generasi Terjaga”, LKKNU mendorong agar santri memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kepedulian yang dapat menjadi bekal untuk tumbuh dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.


