Gending.nukraksaan.or.id – Ribuan doa, lantunan shalawat, dan semangat kebersamaan menyatu dalam Apel Akbar Kader Penggerak PCNU Kraksaan yang digelar di kawasan Wisata Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat ideologi kader sekaligus memperkokoh soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Apel akbar dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris (Gus Haris), jajaran Pengurus PCNU Kraksaan, serta ratusan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari 14 MWC di 13 kecamatan se-wilayah PCNU Kraksaan.

Turut hadir sejumlah tokoh dan undangan VIP, di antaranya KH. Zuhri Zaini selaku Mustasyar PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Wasik Hanan selaku Rais Syuriyah PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Noor selaku Ketua PCNU Kraksaan, Nun Hassan Ahsan Malik selaku Katib PCNU Kraksaan, KH. Muhammad Hasan Naufal, Habib Anis dari Jam’iyatul Qurro wal Huffazh, serta jajaran pengurus dan anggota MWCNU beserta ranting se-PCNU Kraksaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Apel dipimpin oleh Katib PCNU Kraksaan Nun Hassan Ahsan Malik sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa tantangan dakwah di era modern semakin kompleks. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, hingga beragam persoalan sosial menuntut kader NU memiliki fondasi akidah yang kokoh, wawasan keilmuan yang luas, dan semangat pengabdian yang tulus.

Menurut Nun Alex, kader NU harus tetap teguh memegang paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai pedoman berpikir dan bertindak. Selain itu, kader dituntut terus memperdalam ilmu agama, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memahami perkembangan zaman agar mampu memberikan solusi bagi umat.

“Semakin besar amanah yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab untuk berkhidmat. Kehormatan seorang kader bukan terletak pada jabatan, tetapi pada kesetiaan dan keikhlasannya melayani umat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menghidupkan budaya organisasi mulai dari tingkat ranting hingga cabang agar NU semakin kokoh dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris memberikan nuansa berbeda dalam sambutannya. Alih-alih menyampaikan pidato panjang, Gus Haris membacakan sebuah puisi yang ditulisnya sesaat sebelum tiba di lokasi acara.

Dengan penuh penghayatan, Gus Haris menggambarkan Nahdlatul Ulama sebagai rumah besar bagi umat Islam yang selama ini menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai keilmuan, adab, persaudaraan, dan cinta kepada bangsa.

“Bukan sekadar nama yang terukir sejarah, tetapi doa-doa yang menjelma langkah. Bukan sekadar organisasi, melainkan rumah, tempat jutaan hati pulang. Untuk mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai sesama manusia,” lantunnya di hadapan peserta apel.

Melalui puisinya, Gus Haris juga menegaskan bahwa NU telah mengajarkan ilmu yang melahirkan adab, mengedepankan kerendahan hati, serta menjadikan perbedaan sebagai jalan untuk saling mengenal, bukan untuk bermusuhan.

Ia menggambarkan NU layaknya pohon besar yang akarnya menghunjam kuat di bumi, tumbuh dari perjuangan para ulama, disiram air mata para kiai, dipagari keikhlasan para santri, dan terus menaungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan golongan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan istigasah, pembacaan shalawat Nabi, Tajdidul Bai’at kader PCNU Kraksaan yang dipimpin Wakil Rais Syuriah PCNU Kraksaan KH. Najiburrahman Wahid, serta pembacaan surat pernyataan sikap program prioritas PCNU Kraksaan oleh Ketua PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakiem Noor.

Dalam kesempatan tersebut, PCNU Kraksaan kembali menegaskan komitmennya melalui tagline “Bangkit, Bersinergi, Bermanfaat” sebagai semangat membangun organisasi yang semakin kuat, adaptif, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Apel Akbar Kader Penggerak PCNU Kraksaan ini menjadi bukti bahwa penguatan kaderisasi tetap menjadi prioritas utama Nahdlatul Ulama. Di tengah derasnya perubahan zaman, NU terus memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, serta menyiapkan kader-kader yang siap mengabdi dengan ilmu, akhlak, dan keikhlasan demi kemaslahatan masyarakat.