Gading. nukraksaan.or.id— Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kraksaan kembali memperkuat konsolidasi kelembagaan melalui kegiatan turun ke bawah (turba) dan sosialisasi program Digdaya Pesantren. Kegiatan yang memasuki titik kelima ini dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis, 30 Juli 2026.

Agenda strategis yang menyasar pesantren dari Se-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) wilayah Gading dan Pakuniran ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tujuannya adalah mendorong transformasi digital, penguatan tata kelola administrasi, serta peningkatan kemandirian ekonomi pondok pesantren.

Ketua RMI PCNU Kraksaan, Gus Moh. Hilmi Thalib, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengawal dan mendampingi pesantren-pesantren di wilayah PCNU Kraksaan agar dapat mengakses serta merasakan manfaat program transformasi ini secara merata.

“Bahwa kami tidak akan lelah untuk sosialisasi program digdaya pesantren ini agar bisa dirasakan oleh pesantren di wilayah kraksaan,” ujar Gus Hilmi di hadapan para operator dan perwakilan pondok yang hadir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Acara yang dikemas secara interaktif tersebut disambut antusias oleh para operator dan perwakilan dari pesantren. Melalui sosialisasi ini, diharapkan pesantren-pesantren di Gading dan Pakuniran dapat segera mengintegrasikan sistem manajemen modern yang dicanangkan PBNU, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kepesantrenan yang telah lama dipegang teguh.

Tuan rumah Pengasuh Ponpes Nurul Anwar menyambut sangat hangat, acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan pesantren dan kemajuan warga Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo.