Kraksaan. nukraksaan.or.id-Dalam rangkaian Festival Literasi, Talkshow bertema “Perpustakaan Ramah Anak (PERAN)” digelar pada Kamis, 24 September 2026, di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo, Jalan Imam Bonjol No. 1, Sidomukti, Kraksaan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo, Ibu Ulfiningtyas, SH., MM. dan menghadirkan Kuswanto sebagai narasumber. Talkshow diikuti sejumlah organisasi dan elemen masyarakat di Kabupaten Probolinggo, salah satunya PC Fatayat NU Kraksaan yang hadir dengan tujuh orang pengurus.

Salah satu peserta dari Fatayat NU Kraksaan, Etik Mahmudatul Himma, S.H., Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Advokasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi bagi anak.

Menurutnya, perpustakaan ramah anak bukan sekadar menyediakan ruang dan buku untuk membaca, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, serta mampu mendukung proses tumbuh dan berkembangnya anak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

“Harapan utama dari diadakannya talkshow literasi perpustakaan ramah anak adalah meningkatkan minat baca sejak dini serta menciptakan ekosistem literasi yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ungkap Etik.

Dalam pemaparannya, narasumber Kuswanto menjelaskan bahwa budaya membaca tidak hadir dengan sendirinya. Kemampuan membaca perlu dibangun dan dilatih secara terus-menerus melalui proses yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan buku yang berjenjang di lingkungan sekolah maupun perpustakaan. Anak perlu mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kemampuannya agar aktivitas membaca tidak terasa monoton dan membosankan.

Khusus untuk perpustakaan tingkat RA dan TK, pendampingan orang tua juga dinilai sangat penting. Anak tidak seharusnya dibiarkan mencari dan membaca sendiri tanpa arahan. Pendampingan diperlukan agar anak merasa nyaman, mendapatkan pengalaman positif, dan tumbuh rasa senangnya terhadap perpustakaan.

Dalam konteks perkembangan teknologi, budaya membaca juga menghadapi tantangan baru. Penggunaan gawai dan kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat dinilai dapat membuat anak terbiasa dengan proses yang instan. Karena itu, membaca menjadi salah satu aktivitas penting untuk melatih fokus, kesabaran, dan kemampuan anak menikmati sebuah proses.

Talkshow tersebut juga menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran, pendampingan, sekaligus bagian dari upaya menjaga budaya literasi dan membangun generasi yang tetap memiliki kemampuan berpikir mendalam di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Kehadiran PC Fatayat NU Kraksaan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak dan keluarga.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, budaya membaca diharapkan dapat tumbuh sejak dini sehingga perpustakaan benar-benar menjadi ruang yang dekat, menyenangkan, dan memberi manfaat bagi tumbuh kembang generasi masa depan.