KRAKSAAN. nukraksaan.or.id-Persiapan mengikuti Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge yang diselenggarakan LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan pada 23–25 Oktober 2026 terus dimatangkan oleh jajaran LP Ma’arif di tingkat kecamatan. Dua wilayah, LP Ma’arif MWC NU Krejengan dan LP Ma’arif MWC NU Maron, melakukan konsolidasi untuk memastikan kesiapan peserta dan dukungan seluruh unsur yang terlibat.
Di Krejengan, persiapan dibahas dalam forum yang dihadiri para pengawas madrasah, pengurus LP Ma’arif MWC NU Krejengan, serta seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Krejengan. Hadir dalam kegiatan tersebut M. Zuhdi Hasan, M.Pd., Hasan, M.Pd., Nurusshobah Ainul Liszha, M.Pd., dan Hj. Siti Nurtamami, M.Pd.
Turut hadir Ketua LP Ma’arif MWC NU Krejengan sekaligus Ketua KKMI Krejengan, Syamsul Huda, M.Pd., beserta jajaran pengurus dan seluruh Kepala MI se-Kecamatan Krejengan.
Dalam forum tersebut disepakati bahwa LP Ma’arif MWC NU Krejengan akan berpartisipasi dalam Jambore Santri Ma’arif sesuai dengan ploting peserta yang telah ditentukan. Dukungan juga diberikan oleh para peserta rapat yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan perkemahan, baik dalam bentuk material maupun spiritual.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa persiapan jambore tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah yang mengirimkan peserta, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh keluarga besar LP Ma’arif MWC NU Krejengan. Jambore dipandang sebagai ruang untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, keterampilan kepramukaan, dan semangat kebersamaan.
Sementara itu, LP Ma’arif MWC NU Maron juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mematangkan persiapan menghadapi kegiatan yang sama. Rakor membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kesiapan peserta, pembagian tugas, perlengkapan, konsumsi, keamanan, administrasi, hingga rangkaian kegiatan selama jambore.
Ketua LP Ma’arif MWC NU Maron sekaligus Kortan Maron, H. Moh. Hasan Basri, M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur LP Ma’arif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar setiap unsur dapat mengambil peran masing-masing sehingga pelaksanaan jambore berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan rencana.
“Melalui Rakor ini, seluruh panitia dan lembaga, khususnya di lingkungan MWC LP Ma’arif NU, diharapkan dapat bersinergi dan mengambil peran masing-masing demi menyukseskan kegiatan,” ujar H. Moh. Hasan Basri.
Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge akan berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Dewari Ranjana, Banyuanyar, Probolinggo.
Dengan persiapan dan konsolidasi yang terus dilakukan, LP Ma’arif MWC NU Krejengan dan Maron menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam menyukseskan Jambore Santri Ma’arif. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan jambore yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif dan bermakna.


