Kraksaan. nukraksaan.or.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem dan digitalisasi pesantren. Pada Sabtu (01/08/2026), RMI PCNU Kraksaan sukses menggelar kegiatan Turba (Turun di Bawah) sekaligus Sosialisasi Program Digdaya Pesantren putaran ke-6 yang diperuntukkan bagi Pesantren Se-MWC NU Paiton dan Kotaanyar.

Acara yang berlangsung penuh khidmat dan antusiasme tinggi ini dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Program Digdaya Pesantren merupakan salah satu agenda strategis yang diusung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program ini dirancang untuk memodernisasi tata kelola administrasi, kemandirian ekonomi, hingga peningkatan mutu pendidikan berbasis teknologi di lingkungan pondok pesantren tanpa menghilangkan jati diri dan tradisi keislamannya.

Turba kali ini menjadi sarana krusial untuk menyelaraskan pemahaman pengurus Perwakilan MWC NU, para pengasuh, serta pengelola pesantren di wilayah Paiton dan Kotaanyar agar program nasional tersebut dapat diimplementasikan secara optimal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PCNU Kraksaan menegaskan tekadnya untuk mengawal penuh program prioritas PBNU ini agar manfaatnya benar-benar terasa secara merata.

“Kami terus semangat untuk mengawal program Digdaya Pesantren ini hingga bisa dirasakan oleh seluruh pesantren yang berada se-Wilayah PCNU Kraksaan,” ujarny di hadapan para peserta sosialisasi.

Ia menambahkan bahwa peran pesantren di era digital saat ini dituntut untuk terus adaptif. Melalui integrasi teknologi yang ditawarkan Digdaya Pesantren, pesantren diharapkan tidak hanya unggul dalam keilmuan agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga tangguh dan mandiri secara tata kelola serta ekonomi.

Tuan rumah kegiatan, Pondok Pesantren Nurul Yaqin Sumberanyar, menyambut hangat kehadiran jajaran pengurus RMI PCNU Kraksaan beserta Peraga MWC NU Paiton dan Kotaanyar. Para peserta yang hadir tampak aktif dalam sesi diskusi, membicarakan langkah-langkah teknis penerapan program Digdaya Pesantren di lembaga masing-masing.

Melalui putaran ke-6 ini, RMI PCNU Kraksaan berharap seluruh pondok pesantren di wilayah Tuan rumah Pengasuh Ponpes Nurul Anwar menyambut sangat hangat, acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan pesantren dan kemajuan warga Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo.