KRAKSAAN – nukraksaan.or.id  Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menggelar Lokakarya Manajemen Organisasi Seni Budaya pada Sabtu siang. Bertempat di Aula PCNU Kraksaan, kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi tonggak awal penguatan struktural dan sinergi antarlini organisasi.

Pertemuan perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus dari berbagai tingkatan dengan mengusung misi besar: menghidupkan dakwah kultural yang terstruktur dan adaptif di era modern.

Sinergi Total 14 MWC NU

Ketua Lesbumi PCNU Kraksaan, Lukman Sumardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas soliditas yang mulai terbangun. Saat ini, seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di wilayah Kraksaan yang berjumlah 14 cabang telah resmi membentuk kepengurusan Lesbumi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

“Kami sangat bersyukur karena 14 MWC NU kini telah melengkapi struktur kepengurusan Lesbumi dan menyodorkan nama-nama kader terbaiknya. Ini adalah modal awal yang sangat berharga untuk membangun kolaborasi yang solid,” ungkap Lukman di sela-sela sambutannya.

Sebagai komitmen konkret, Lukman menegaskan bahwa pihak pengurus cabang tidak akan tinggal diam di balik meja. Lesbumi PCNU Kraksaan siap memberikan pendampingan total dan turun langsung ke lapangan jika pengurus tingkat MWC membutuhkan penguatan, baik secara manajerial maupun dalam eksekusi program kerja.

Dua Target Strategis

Sebagai langkah awal, lokakarya ini dirancang secara taktis untuk mencapai dua sasaran utama: Ajang Ta’aruf (Silaturahmi): Membangun ikatan emosional dan saling mengenal antar-pengurus demi terciptanya soliditas internal yang kokoh. Penerapan Materi Praktis: Menyerap wawasan dari para pakar untuk kemudian ditransformasikan menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harapan besar kami, seluruh kader Lesbumi di wilayah Kraksaan bisa bahu-membahu. Kita bekerja bersama demi syiar seni budaya yang santun, ramah, dan tetap bernafaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” imbuh Lukman.

Hadirkan Perspektif Manajemen dan Koridor Syariat

Untuk membekali para peserta, panitia menghadirkan dua figur berkompeten dari jajaran Tanfidziyah PCNU Kraksaan sebagai narasumber. Kedua pemateri membedah tata kelola organisasi dari sudut pandang yang komprehensif:

Dr. Abu Hasan Agus R., M.Pd.I. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan (Manajemen dan Tata Kelola Organisasi Lesbumi) dan Gus Hadi Abu Hasan, Wakil Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kraksaan (Ruang Lingkup dan Batasan Seni Budaya dalam Sudut Pandang NU)

Melalui kombinasi materi tersebut, para pengurus Lesbumi di tingkat MWC diharapkan mampu menakhodai organisasi secara profesional dan modern, namun tetap teguh menjaga kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi ruh dakwah Nahdlatul Ulama.

Pantauan di lokasi menunjukkan acara berlangsung interaktif, diwarnai dengan ruang diskusi dan tanya jawab yang dinamis antara peserta dan pemateri.