Oleh: KH. M. Ghozali Bahar, Wakil Rais PCNU Kraksaan
Seperti cahaya memukau, hangat, dan terang.
Padahal bisa seperti bara api yang membakar secara diam-diam.
Saat nama mulai melangit, wajah membumi, tulisan dinanti, ucapan diamini.
Ruang diam tuk muhasabah mulai menyempit, keakuan mencuri tahta, ujub bergerilya.
Popularitas mengganti keheningan dengan kegaduhan, menyulap kebebasan dengan sempitnya ruang.
Dalam dunia yang riuh dengan tepuk tangan, semakin tinggi terbang, semakin tipis udara tuk bernapas tenang.

Sahabat… Pencari kedamaian menjauh dari pusat panggung.
Mereka memilih ruang-ruang kecil tuk mendengar suara hati tanpa gangguan suara menggelegar.
Ada ketenangan yang tak bisa dibeli dengan tepuk tangan.
Ada kedamaian yang tak tergantikan oleh sorotan.
Ada keteduhan yang tak bisa ditukar indahnya pujian.
Sahabat… Ingat! Tidak semua sinar perlu dikejar.
Mundur selangkah dari keramaian bisa melihat lebih jauh, lebih jernih, dan lebih jujur… untuk memandang dan mengenal diri sendiri.


