Banyuanyar– Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kraksaan terus berkomitmen melakukan penguatan basis data melalui sosialisasi pendataan Madrasah Diniyah (Madin) dan Pondok Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Huda, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian serta para Koordinator Perwakilan Lembaga (Peraga) dari setiap Majelis Wakil Cabang (MWC) se-wilayah PCNU Kraksaan. Agenda utama pertemuan ini adalah menyamakan persepsi dan teknis pendataan agar seluruh lembaga pendidikan keagamaan di bawah naungan PCNU Kraksaan terdata secara akurat dan sistematis.

​​Dalam sambutannya, Ketua RMI PCNU Kraksaan menekankan bahwa pendataan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi untuk membangun kekuatan kemandirian pesantren dan Madin di masa depan.

​”harapan dari pertemuan ini, danya sinergitas antara pengurus RMI dan Peraga (perwakilan lembaga) di masing2 MWC Se-PCNU Kraksaan, juga menjaga silaturrahim dengan para pengasuh serta guru madin” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

​Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi bahwa momentum ini merupakan sarana untuk mempererat ikatan emosional antar pengurus dan pengelola lembaga.

​”Selain urusan data, tujuan utama kita adalah tetap menjaga silaturrahim dengan para pengasuh pondok pesantren serta guru-guru Madin. Mereka adalah ujung tombak pendidikan akhlak di masyarakat, sehingga kehadiran RMI harus dirasakan sebagai pendukung perjuangan mereka,” pungkasnya.

​​Dengan data yang terintegrasi, RMI PCNU Kraksaan kedepannya dapat lebih mudah dalam menyalurkan program pemberdayaan, advokasi kebijakan, hingga bantuan fasilitas bagi pesantren dan Madin di wilayah Kraksaan.

​Pertemuan ditutup dengan diskusi teknis mengenai instrumen pendataan dan doa bersama dengan harapan hasil pertemuan ini kedepan berjalan lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT. Amiin.