Kraksaan. nukraksaan.or.id – Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Kraksaan menggelar sosialisasi program Dikdaya Pesantren pada Jumat, 22 Mei 2026. Acara yang merupakan bagian dari pilot project Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dilangsungkan dengan suasana santai namun khidmat di Cafe Masogi, Jalan Imam Bonjol, Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo (depan SMAN 1 Kraksaan).

Program Dikdaya Pesantren ini diinisiasi untuk mendorong digitalisasi, kemandirian, dan penguatan tata kelola pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, di mana RMI NU Kraksaan terpilih menjadi salah satu motor penggerak utamanya.

Dalam sambutannya, Ketua PC RMI NU Kraksaan menekankan betapa krusialnya aspek pendataan dalam era modern ini. Beliau menyampaikan bahwa program Dikdaya Pesantren bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah lompatan besar untuk memetakan potensi riil pesantren.

“Dengan adanya program Dikdaya Pesantren ini, kami berharap sistem pendataan pesantren di wilayah Kraksaan menjadi semakin valid, rapi, dan terintegrasi. Data yang akurat adalah kunci utama agar program-program pemberdayaan dari PBNU maupun pemerintah bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Beliau juga menambahkan bahwa selama ini dinamika data pesantren sangat cepat, sehingga diperlukan satu sistem mutakhir yang mampu menyajikan data secara real-time. Melalui pilot project ini, Kraksaan diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan data base pesantren yang solid.

Melalui sosialisasi ini, RMI NU Kraksaan berkomitmen penuh mengawal pilot project PBNU hingga seluruh pondok pesantren di wilayah Kraksaan memiliki basis data yang rapi, yang nantinya akan mempermudah pengembangan ekonomi, kemandirian, serta peningkatan mutu pendidikan pesantren ke depan.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. M. Hasan Asy-Syadzili, selaku Penasehat PC RMI NU Kraksaan. Dalam untaian doanya, beliau memohon keberkahan, kekuatan, serta keistiqomahan bagi para pengurus dan pejuang pesantren agar ikhtiar digitalisasi ini tidak kehilangan ruh spiritualitasnya, serta mampu membawa kemaslahatan yang luas bagi santri dan umat, khususnya di wilayah Kraksaan.