KRUCIL. nukraksaan.or.id-Menjelang pelaksanaan Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge 2026, LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan memenuhi undangan Koordinator Kecamatan (Kortan) Ma’arif NU Krucil untuk memberikan pemantapan kepada para pendamping regu peserta jambore. Kegiatan dikemas dalam sharing session yang berlangsung hangat, santai, dan interaktif pada Jumat (2/10/2026) di kediaman Nimin Khoiruddin, S.Pd.I., Koordinator Ma’arif Kecamatan Krucil.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan, Dr. Chusnul Muali, Sekretaris Kholid Musthafa, M.Pd., Kabag. Kesiswaan Kholilullah, M.Pd., serta Ketua Sako Pandu Ma’arif NU Kraksaan, Kusnandar, M.Pd.

Dalam sesi sharing, para pendamping tampak antusias mengikuti pemaparan dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknis pelaksanaan jambore, mulai dari mekanisme pendampingan, kesiapan peserta, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan selama kegiatan berlangsung.

Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan, Dr. Chusnul Muali, menegaskan bahwa keberhasilan jambore tidak hanya ditentukan oleh panitia, tetapi juga oleh kesiapan para pendamping di masing-masing regu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

“Pendamping adalah wajah pertama yang berinteraksi langsung dengan peserta. Karena itu, pendamping harus hadir bukan hanya untuk mengawal, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan menjadi teladan bagi para peserta,” ungkapnya.

Menurutnya, Jambore Santri Ma’arif harus menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta. Kegiatan kepanduan, perlu diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, dan berkarakter.

“Kita ingin jambore ini tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi benar-benar meninggalkan pengalaman dan nilai-nilai positif yang dibawa pulang oleh peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Sako Pandu Ma’arif NU Kraksaan, Kusnandar, M.Pd., memberikan penekanan pada pentingnya kesiapan teknis para pendamping.

“Pendamping perlu memahami alur kegiatan dan ketentuan yang telah disiapkan. Semakin baik pemahaman pendamping, semakin mudah membantu peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan nyaman,” jelas Kusnandar.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para pendamping Kecamatan Krucil yang aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan.

“Pertanyaan-pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa para pendamping memiliki perhatian serius terhadap kesiapan peserta. Ini modal penting agar Jambore Santri Ma’arif berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sharing session ditutup dengan penguatan komitmen bersama untuk menyukseskan Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge 2026 yang akan dilaksanakan pada 23–25 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Dewari Ranjana, Banyuanyar, Probolinggo.