PAJARAKAN. nukraksaan.or.id— Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan Konferensi MWC NU Pajarakan ke-8 yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut, insyaallah, akan dipusatkan di Yayasan Pendidikan Nurul Islam, Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan.

Konferensi ke-8 ini tidak sekadar diposisikan sebagai agenda pergantian atau penataan kepengurusan organisasi, tetapi menjadi momentum strategis untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, regenerasi, serta merumuskan arah khidmah NU di Kecamatan Pajarakan agar semakin responsif terhadap dinamika sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan perkembangan masyarakat.

Dengan mengusung tema “Menguatkan NU, Meneguhkan Aswaja, Membangun Peradaban”, konferensi diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga memiliki orientasi pengabdian yang nyata bagi kemaslahatan umat.

Sejumlah tahapan persiapan pra-konferensi telah dilakukan oleh jajaran panitia. Koordinasi internal maupun eksternal terus diperkuat, termasuk komunikasi dan koordinasi dengan PCNU Kraksaan sebagai struktur organisasi di tingkat cabang. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian konferensi berjalan sesuai mekanisme organisasi, tertib, demokratis, dan bermartabat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Undangan konferensi juga mulai disampaikan kepada berbagai unsur dan tokoh masyarakat. Tidak hanya warga Nahdliyin, sejumlah tokoh lintas organisasi keagamaan, termasuk tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Pajarakan, turut mendapatkan undangan sebagai bagian dari semangat membangun komunikasi, kebersamaan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Undangan juga telah disampaikan kepada Rois Syuriah dan Ketua PCNU Kraksaan serta sejumlah unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai konferensi sebagai ruang musyawarah yang terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada kemajuan organisasi serta kemaslahatan masyarakat.

Ketua Panitia Konferensi MWC NU Pajarakan ke-8, Dr. Hartono, menegaskan bahwa keberhasilan konferensi tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan panitia semata. Menurutnya, konferensi merupakan momentum bersama seluruh warga Nahdliyin untuk menentukan arah perjalanan organisasi di masa yang akan datang.

“Konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah momentum untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, regenerasi, sekaligus meneguhkan kembali komitmen kita dalam menjaga nilai-nilai Aswaja dan memperkuat peran NU di tengah masyarakat,” ujar Dr. Hartono.

Ia menambahkan, keberhasilan konferensi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen Nahdliyin di Kecamatan Pajarakan. Panitia memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan seluruh kebutuhan teknis dan administratif, tetapi ruh utama konferensi tetap berada pada kebersamaan seluruh warga NU.

“Kesuksesan konferensi bukan milik panitia. Kesuksesan konferensi adalah milik seluruh warga Nahdliyin, khususnya warga NU di Kecamatan Pajarakan. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif, guyub, dan penuh khidmah sampai seluruh rangkaian konferensi selesai,” tegasnya.

Dari sisi teknis, persiapan pelaksanaan konferensi saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia terus melakukan pematangan terhadap berbagai aspek, mulai dari koordinasi kelembagaan, administrasi, undangan, kesiapan lokasi, kepesertaan, hingga kebutuhan teknis pelaksanaan pada hari-H.

Sisa persiapan akan difokuskan pada penyempurnaan teknis dan koordinasi lintas pihak agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaan. Panitia juga menempatkan aspek ketertiban, kelancaran, dan suasana persaudaraan sebagai bagian penting dari keberhasilan konferensi.

Konferensi ke-8 MWC NU Pajarakan pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi. Lebih jauh, konferensi harus mampu melahirkan rumusan strategis dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas pelayanan organisasi, serta memperluas kontribusi NU dalam pembangunan masyarakat.

Tema “Menguatkan NU, Meneguhkan Aswaja, Membangun Peradaban” menjadi pesan penting bahwa penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. NU tidak cukup hanya kuat secara struktural, tetapi juga harus hadir secara substantif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, khidmah, dan musyawarah, MWC NU Pajarakan siap menyongsong Konferensi ke-8 pada Ahad, 18 Oktober 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik penting bagi lahirnya energi baru, gagasan baru, dan langkah baru dalam memperkuat NU di Kecamatan Pajarakan.