Gending, nukraksaan.or.id – Apel Kader Akbar PCNU Kraksaan yang digelar di The Bentar Beach, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Ahad (28/6/2026), tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya ribuan kader Nahdlatul Ulama, tetapi juga momentum untuk memperkokoh fondasi organisasi. Hal tersebut disampaikan Rais Syuriah PCNU Kraksaan, KH. Abdul Wasik Hannan, usai kegiatan saat ditemui media nukraksaan.or.id.
Menurut Kiai Wasik, pelaksanaan Apel Kader Akbar merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam membangun kekuatan kader secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kader merupakan aset paling berharga bagi Nahdlatul Ulama sehingga pembinaan dan konsolidasi harus terus dilakukan.
“Tujuan apel kader ini adalah mengonsolidasikan kekuatan organisasi, memperkuat komitmen loyalitas, dan meneguhkan semangat pengabdian atau ghirah berkhidmat para kader,” ungkap KH. Abdul Wasik Hannan.
Ia menjelaskan bahwa organisasi yang besar tidak hanya bertumpu pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kekompakan dan loyalitas para kader di seluruh tingkatan. Oleh karena itu, Apel Kader Akbar menjadi media untuk mempererat ukhuwah, menyatukan visi perjuangan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, kader NU harus memiliki rasa memiliki terhadap organisasi. Loyalitas bukan sekadar hadir dalam setiap kegiatan, melainkan diwujudkan melalui kesediaan untuk menjalankan amanah, menjaga persatuan, serta terus menghidupkan program-program organisasi di tengah masyarakat.
Kiai Wasik juga berharap semangat yang tumbuh dalam Apel Kader Akbar tidak berhenti di lokasi kegiatan. Ia menginginkan energi positif tersebut dibawa pulang oleh setiap kader untuk diterapkan di tingkat cabang, MWCNU, ranting, hingga anak ranting sebagai bagian dari penguatan organisasi dari akar rumput.
“Semangat yang kita bangun hari ini harus terus menyala. Jangan berhenti di apel ini, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata, pengabdian yang tulus, dan pelayanan terbaik kepada umat,” pesannya.
Senada dengan Rais Syuriah, Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidul Hakiem Noer, menilai bahwa Apel Kader Akbar menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat pengabdian seluruh kader Nahdlatul Ulama.
“Agar kader lebih semangat lagi berkhidmah, melayani umat, dan berbakti kepada bangsa dan negara,” tutur Gus Chafidz.
Menurut Gus Chafidz, keberadaan kader NU harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus hadir memberikan solusi, memperkuat persaudaraan, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menjadi pelopor dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia optimistis, dengan semakin kuatnya kaderisasi dan konsolidasi organisasi, PCNU Kraksaan akan memiliki sumber daya kader yang militan, berkualitas, dan siap melanjutkan estafet perjuangan para ulama. Semangat pengabdian yang dibangun melalui Apel Kader Akbar diharapkan menjadi bekal bagi seluruh kader untuk terus berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama, melayani umat dengan penuh keikhlasan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.


