Kraksaan–nukraksaan.or.id Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan secara resmi melantik Koordinator Lembaga Takmir Masjid (LTM) tingkat Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) beserta jajarannya yang tersebar di seluruh wilayah binaan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna di Alino Cafe & Eatere, Jl. Dr. Saleh No. 18, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Ahad (17/5/2026).
Langkah ini menandai penguatan struktur organisasi hingga ke 14 MWCNU di bawah naungan PCNU Kraksaan, sekaligus menegaskan komitmen menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi PCNU Kraksaan, di antaranya Rois Syuriah PCNU, serta Ketua Tanfidziyah yang diwakili oleh Sekretaris PCNU, Drs. H. Ahmad Fawaid. Turut hadir Anggota DPRD Jawa Timur, Moh. Mahrus, yang turut menyaksikan prosesi strategis ini. Kehadiran para tokoh organisasi dan pemimpin daerah menjadi bukti nyata perhatian besar terhadap peran vital masjid dalam membangun tatanan kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan nilai keislaman.
Sambutan utama disampaikan oleh Ketua LTM PCNU Kraksaan terpilih, Abdullah, M.Pd. Dalam pidatonya yang sarat harapan dan keteguhan hati, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pimpinan, pengurus, dan hadirin yang telah mendukung dan mempercayai terbentuknya kepengurusan baru ini. Abdullah juga menegaskan arah kebijakan dan landasan kerja yang akan dipegang teguh oleh seluruh jajaran LTM di setiap wilayah, yang diringkas ke dalam tiga prinsip utama pengelolaan masjid, yaitu Idaroh, Riayat, dan Imarah.

“Pertama, Idaroh, kita harus menjamin tata kelola administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel. Kedua, Riayat, kita wajib menjaga kebersihan, keindahan, dan kesucian rumah Allah sebagai tempat yang mulia. Ketiga, Imarah, tugas utama kita adalah memakmurkan masjid, menghidupkannya dengan beragam kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas,” ujar Abdullah dengan tegas.
“Ketiga prinsip ini adalah kompas kerja kita. Masjid tidak boleh hanya berdiri megah, namun sepi makna. Masjid harus hidup, berdaya, dan menjadi kebanggaan umat melalui tata kelola yang baik, pemeliharaan yang sungguh-sungguh, serta keaktifan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya penuh semangat.
Momen sakral selanjutnya dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pelantikan yang disampaikan langsung oleh Sekretaris PCNU, Drs. H. Ahmad Fawaid. Prosesi dilanjutkan dengan puncak acara, yaitu pengambilan sumpah janji atau pembaiatan para Koordinator LTM se-Wilayah MWCNU Kraksaan, yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kraksaan, KH. Abdul Wasik Hanan. Suasana haru dan rasa tanggung jawab yang besar menyelimuti ruangan, seolah menjadi ikrar kuat para pengurus untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya.
Menutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pendistribusian kitab panduan Khutbah Jumat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Langkah strategis ini sejalan dengan pesan yang telah disampaikan, agar setiap masjid di wilayah Kraksaan senantiasa menghadirkan materi dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, serta berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.
Melalui pelantikan dan pembagian panduan ini, PCNU Kraksaan berharap LTM dapat menjadi garda terdepan yang mampu mengangkat derajat masjid. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat bersujud, tetapi juga menjadi pusat persatuan, sumber ilmu pengetahuan, dan wadah pemecah masalah umat di seluruh pelosok 14 kecamatan wilayah Kraksaan.


