Oleh: KH. M. Ghozali Bahar, Wakil Rais PCNU Kraksaan

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Firaun, Haman, dan Qorun jadi pendurhaka terbesar di dunia.
Tapi mereka diberikan nikmat berlebih.
Itulah tanda dunia tak lebih sebelah sayap nyamuk dalam pandangan Allah.

Aneh… Nafsu manusia masih tersihir, terhipnotis, dan terkesima oleh kekuasaan Firaun, kepintaran Haman, dan kekayaan Qorun.
Bahkan ingin menguasai separuh sayap nyamuk yang tersisa.

Nafsu sabar menyembunyikan haus dan laparnya.
Sesekali ia mengantar isyarat untuk mencengkeram dan merobek-robek mangsa incarannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Sahabat…
Nafsu adalah kendaraan.
Mesin penggeraknya tamak.
Rodanya dengki.
Gasnya amal.
Remnya khianat.
Setirnya tipu daya.

Bila berjalan, ia meninggalkan asap kotor di belakang.
Si pemandu asyik menatap ke depan, tak hirau kotoran dan polusi yang ditinggalkan.

Nafsu adalah bagian dari manusia.
Terkadang diam seperti tidur, tapi pukulannya menjadikan korban tersungkur.
Nafsu tak kenal putus asa.

Maka… Waspadalah!
Perangi dengan ikhtiar dan doa, bimbingan “Murabbirruh” sebagai pembuka tabir dan beton penyangga.
Kalau terpedaya, Firaun, Haman, dan Qorun lahir kembali, merusak tatanan dan kedamaian rasa dan jiwa.

Innan-nafsa la’ammaratun bis-su’.