Banyuanyar. nukraksaan.or.id-Persiapan Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge terus digeber. LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan bersama Sako Pandu Ma’arif NU Kraksaan menggelar rapat terbuka untuk memastikan seluruh detail pelaksanaan kegiatan benar-benar matang.
Rapat yang berlangsung di Aula Pesantren Dewari Ranjana, Banyuanyar, Sabtu (12/09/2026), tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur yang terlibat dalam agenda besar kepanduan santri tersebut.
Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan Dr. Chusnul Muali hadir didampingi Sekretaris H. Kholid Musthafa, M.Pd. serta jajaran pengurus lainnya. Hadir pula pengasuh pesantren Kholilullah, M.Pd., Ketua Sako Pandu Ma’arif NU Kraksaan Kusnandar, M.Pd., bersama seluruh pengurus dan panitia pelaksana.
Forum berlangsung terbuka dan intens. Sejumlah persoalan teknis dibedah bersama, mulai dari konsep dan alur kegiatan, kesiapan kepanitiaan, pembagian tugas, hingga berbagai kebutuhan pendukung selama pelaksanaan jambore.

“Jambore Santri ini harus dipersiapkan secara serius. Kita tidak ingin sekadar menghadirkan kegiatan yang ramai, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, solidaritas, dan pengalaman berharga bagi santri,” tegas Dr. Chusnul Muali.
Menurutnya, keberhasilan jambore tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan kesiapan teknis di lapangan. Karena itu, koordinasi lintas unsur menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi peserta.
Usai berdiskusi, seluruh jajaran pengurus dan panitia langsung turun melakukan survei lapangan di lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.
Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan ketersediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Tim mengidentifikasi area kegiatan, fasilitas pendukung, akses lokasi, serta kebutuhan teknis lainnya yang dinilai penting untuk menunjang kelancaran jambore.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi awal sekaligus dasar penyusunan tindak lanjut panitia. Dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, berbagai kebutuhan dapat dipetakan lebih akurat sebelum hari pelaksanaan.
Ketua Sako Pandu Ma’arif NU Kraksaan *lKusnandar, M.Pd. bersama jajaran panitia turut memastikan setiap aspek teknis mendapat perhatian. Sinergi antara LP Ma’arif, Sako Pandu dan seluruh panitia menjadi modal utama untuk mewujudkan kegiatan yang terorganisasi dan berkualitas.
Jambore Santri Ma’arif dan Scout Challenge sendiri diproyeksikan menjadi salah satu ruang strategis pembinaan peserta melalui aktivitas kepanduan, kebersamaan, kedisiplinan, dan penguatan karakter.


