Paiton – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Probolinggo, menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) di Villa Saka 9 Nurul Qodim. Sabtu (27/12/2025).
Ketua PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noer menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara PMII dan NU demi kemaslahatan umat. Ia mengingatkan bahwa PMII lahir dari rahim NU, sehingga nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an harus terus dijaga dan diperkuat.
“Penguatan dzikir, fikir, dan amal sholeh menjadi fondasi utama kader PMII. Semangat keilmuan dan keagamaan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,” pesanya.
Muspimcab dirancang untuk merumuskan arah dan strategi organisasi yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dengan mengusung tema “Konsolidasi Gagasan Penguatan Strategi untuk Membangun PMII Probolinggo yang Responsif dan Solutif,” forum ini menjadi ruang konsolidasi kader dalam menjawab tantangan zaman serta mengevaluasi arah gerak organisasi ke depan.

Selain dihadiri oleh ketua PCNU Kraksaan, acara tersebut dihadiri oleh Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Probolinggo Abu Amar, Ketua Umum PC PMII Probolinggo Dedi Bayuangga, Ketua Kopri Arina Rosada Nuriyah M., perwakilan Ikatan Alumni (IKA) PMII Probolinggo Ali Wafa, serta seluruh kader PMII se-Probolinggo.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PC PMII Probolinggo Dedi Bayuangga menegaskan bahwa Muspimcab merupakan bentuk ikhtiar kolektif untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
“PMII Probolinggo harus tetap eksis dan semakin aktif dalam membaca situasi serta merespons problem yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Mabincab PMII Probolinggo Abu Amar menyebut Muspimcab sebagai forum strategis yang tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga penentu arah gerak organisasi ke depan.
“Pembahasan dalam Muspimcab harus disesuaikan dengan konteks kekinian. Dinamika organisasi menuntut PMII untuk terus adaptif dan progresif,” tegasnya.
Ali Wafa, turut mendorong kader untuk memperkuat tradisi intelektual melalui budaya membaca dan menulis yang mendalam. Ia menekankan pentingnya berpikir luas dengan perspektif nasional dan global, namun tetap berpijak pada realitas lokal.“Dengan begitu, kader PMII dapat bergerak dari kegelisahan terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Probolinggo,” ujar perwakilan IKA PMII Probolinggo.


