Kraksaan:- “Ahlussunnah wa al-Jama’ah (Aswaja adalah teologi klasik yang telah melembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Klaim ini secara normatif berakar dari berbagai riwayat hadis Nabi tentang firqah umat Islam sepeninggal Nabi. Seperti juga disinggung dalam salah satu hadis, karakter utama dari kelompok ini adalah konsistensinya mengikuti sunnah-sunnah Nabi dan para sahabat atau salaf al-shalih (ma ana `alayh wa ashhabi),” kata Mohammad Hendra saat menjadi pemateri Aswaja pada kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Ke -XXV yang di gelar oleh Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Zainul Hasan (STIH ZAHA). Sabtu, 20/12/2025 sore.

Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Kraksaan tersebut menegaskan bahwa dalam PMII, Aswaja dijadikan sebagai metode berfikir (manhaj al-fikr) dan metode bergerak (manhaj al-harakah). Pada sisi ini PMII menunjukkan anti taqlid, jumud, kaku dan tidak dinamis membaca realitas-realitas persoalan yang terjadi di Masyarakat.

Sebagai poros kaderisasi NU, PMII memiliki hubungan historis, sosiologis dan kultural dengan NU. Sebenarnya NU juga telah bergerak dari kesadaran ini dengan menyatakan Aswaja sebagai manhaj al-fikr. Hanya saja, masih perlu perumusan epistemologis yang lebih mapan tentang bagaimana aktualisasinya dalam berbagai dimensi kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, mapun bidang yang lainnya”, terangnya di hadapan peserta PMII Komisariat STIH Zainul Hasan, Universitas Islam Zainul Hasan, Universitas Nurul Jadid Paiton dan Universitas Panca Marga Probolinggo.

Hendra, sapaan arakrabnya juga meminta kepada segenap kader NU untuk aktif di media sosial dalam mengawal dan melanjutkan perjuangan para ulama dalam berdakwah dan menyikapi permasalahan bangsa melalui digitalisasi. “ Kita sebagai kader NU, harus menjadi tauladan dalam spiritualitas, intelektualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bahkan wajib menguasai digitalisasi media sosial, jika kita diam, musuh agama dan negara  yang akan menguasai”. Pungkasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan