Kraksaan, – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama dan masyarakat Kabupaten Probolinggo. KH. Munir Kholili, Pengasuh Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Sentong, Kecamatan Krejengan, Probolinggo, dikabarkan wafat pada Selasa (27/1/2026).

Informasi wafatnya kiai kharismatik tersebut beredar luas melalui pesan berantai di grup-grup WhatsApp Nahdlatul Ulama menjelang waktu Maghrib. Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang duka mendalam dari berbagai kalangan, khususnya warga nahdliyin dan para santri.

Dalam pesan berantai yang tersebar, disebutkan:

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah wafat KH. Munir Kholili Pengasuh Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Sentong. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Aamiin.”

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir deras dari berbagai grup WhatsApp, baik dari pengurus NU, para kiai, tokoh masyarakat, hingga alumni dan santri. Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok ulama sepuh yang istiqamah dalam khidmah, rendah hati, serta penuh keteladanan.

Semasa hidupnya, KH. Munir Kholil dikenal sebagai figur sentral di lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo. Almarhum pernah mengemban amanah sebagai Mustasyar dan Ro’is Syuriah PCNU Kraksaan pada masa khidmat 2010–2020. Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo selama dua periode, yakni 2010–2025.

Di dunia pesantren, KH. Munir Kholili dikenal luas sebagai pengasuh Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Sentong yang melahirkan banyak santri berakhlak dan berkhidmah di tengah masyarakat. Keilmuan, ketawadhuan, dan keistiqamahan beliau menjadi teladan bagi umat.

Menurut informasi yang beredar, jenazah almarhum direncanakan akan dimakamkan pada Rabu (28/1/2026) pagi di lingkungan Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Sentong. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri oleh keluarga, para santri, serta tokoh-tokoh NU dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat terus berdatangan menyampaikan belasungkawa dan doa. Warga NU dan kaum muslimin mendoakan agar almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT bersama para shalihin.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin.