Kraksaan, –  Genangan air setinggi selutut orang dewasa merendam kawasan sekitar Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kraksaan, Jalan Sunan Bonang Nomor 9, Kraksaan Wetan, Rabu (21/1/2025). Kondisi tersebut memaksa rapat koordinasi pengurus MWCNU Kraksaan yang semula dijadwalkan berlangsung di kantor tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Tanpa menunda agenda organisasi, rapat koordinasi akhirnya digelar di Kantor Sekretariat Masjid Agung Ar-Raudlah, Jalan Rengganis Nomor 1, Kraksaan. Sejumlah pengurus tampak berdatangan ke lokasi baru, menyesuaikan tempat duduk, dan melanjutkan rapat dalam suasana sederhana namun tetap khidmat.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Kraksaan, Drs. H. Mohammad Sahudi, M.Pd, didampingi Sekretaris MWCNU Kraksaan, Abdul Rofik, S.Sy. Meski digelar dalam kondisi darurat akibat banjir, jalannya rapat tetap tertib dan fokus pada agenda-agenda strategis organisasi.

Dalam rapat tersebut, pengurus membahas rencana keikutsertaan MWCNU Kraksaan dalam Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Stadion Gajayana, Malang, pada 7–8 Februari 2026. Mujahadah Kubro ini merupakan agenda resmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang diikuti oleh struktur NU dari berbagai daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Ketua MWCNU Kraksaan, Drs. H. Mohammad Sahudi, M.Pd, menegaskan bahwa Mujahadah Kubro bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang penguatan spiritual dan kebersamaan jam’iyyah.

“Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur ini adalah momentum penting untuk menguatkan spiritualitas dan kebersamaan warga NU. Karena itu, MWCNU Kraksaan harus mempersiapkan keikutsertaan ini dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, rapat juga membahas persiapan puncak peringatan satu abad NU tingkat MWCNU Kraksaan. Untuk agenda tersebut, MWCNU Kraksaan berencana menggandeng Pemerintah Kecamatan Kraksaan, dengan lokasi kegiatan yang direncanakan di Pendopo Kecamatan Kraksaan.

Menurut H. Sahudi, sinergi dengan pemerintah kecamatan menjadi bagian dari ikhtiar NU untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Peringatan satu abad NU di tingkat kecamatan ini kami rancang bersama pemerintah kecamatan, agar NU semakin dekat dengan masyarakat dan nilai-nilai ke-NU-an dapat dirasakan secara luas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris MWCNU Kraksaan, Abdul Rofik, S.Sy, menyampaikan bahwa hasil rapat akan segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah teknis.

“Hasil koordinasi ini akan kami tindak lanjuti dan dikoordinasikan dengan pengurus ranting, lembaga, serta pihak Kecamatan Kraksaan,”* jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi banjir tidak menyurutkan semangat khidmah pengurus.

“Meski rapat harus berpindah tempat karena banjir, semangat pengurus tetap terjaga. Ini menjadi bagian dari khidmah NU, bahwa dalam kondisi apa pun, roda organisasi harus tetap berjalan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi cermin keteguhan jam’iyyah NU di tingkat kecamatan. Di tengah keterbatasan akibat bencana, pengurus MWCNU Kraksaan tetap berikhtiar menjaga kesinambungan program, menguatkan sinergi, dan mempersiapkan agenda-agenda strategis NU secara matang.