Kraksaan— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan melaksanakan rangkaian silaturahim ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di lingkungan PCNU Kraksaan selama tiga hari, 28–30 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyapa struktur NU di tingkat kecamatan, mempererat keakraban antarpengurus, sekaligus mendengar langsung masukan dan usulan dari MWCNU demi penguatan program kelembagaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian kunjungan tersebut menyasar 14 MWCNU di wilayah PCNU Kraksaan. Pada hari pertama, rombongan PCNU mengunjungi MWCNU Paiton, Kotaanyar, Besuk, Pakuniran, dan Kraksaan. Hari kedua dilanjutkan ke MWCNU Gending, Banyuanyar, Maron, dan Pajarakan. Adapun pada hari ketiga, kunjungan berlangsung ke MWCNU Tiris Barat, Krucil, Garing, dan Krejengan. Seluruh agenda dimulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh jajaran inti PCNU Kraksaan, yakni Ketua PCNU KH Chafidzul Hakim Noer, Katib Syuriah PCNU Nun Hassan Ahsan Malik, Sekretaris PCNU Dr H Ahmad Fawaid, M.Th.I, Wakil Sekretaris Ustadz Hafiluddin dan Muhammad Ghozi, serta Wakil Ketua Ustadz Muhammad Amin dan Gus Amir Mahmud. Ketua PCNU dan Sekretaris PCNU tercatat mengikuti seluruh rangkaian kunjungan secara penuh selama tiga hari.

Silaturahim ini tidak semata menjadi agenda seremonial, melainkan forum kerja yang memberi ruang dialog dua arah antara PCNU dan MWCNU. Dalam setiap titik kunjungan, pembahasan berfokus pada penguatan kegiatan kelembagaan, peningkatan sinergitas antarlembaga, serta upaya memastikan program-program PCNU benar-benar dirasakan manfaatnya hingga tingkat MWCNU dan ranting. Dengan pola pertemuan semacam ini, PCNU Kraksaan berupaya menjadikan komunikasi organisasi lebih terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan riil warga Nahdliyin di tingkat bawah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Di tengah tantangan sosial-keagamaan yang terus berkembang, forum semacam ini juga dipandang penting untuk menjaga kesinambungan gerak organisasi. PCNU tidak hanya hadir sebagai pusat koordinasi administratif, tetapi juga sebagai penggerak yang mendengar, menampung, dan merumuskan arah khidmat bersama. Dari MWCNU, berbagai masukan dan usulan disampaikan, terutama terkait penguatan program kelembagaan, kebutuhan sinergi lintas tingkatan kepengurusan, hingga dorongan agar kebermanfaatan program NU semakin nyata bagi masyarakat.

Melalui kunjungan langsung ke wilayah-wilayah kecamatan, PCNU Kraksaan menunjukkan ikhtiar untuk merawat kedekatan struktural dan emosional dengan seluruh elemen organisasi. Pendekatan ini penting agar hubungan antara cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting tidak berhenti pada jalur formal organisasi, tetapi tumbuh menjadi jejaring kerja yang saling menguatkan. Dalam konteks itulah, silaturahim tiga hari ini menjadi momentum konsolidasi yang bukan hanya menyapa, tetapi juga mendengar dan meneguhkan arah gerakan bersama.

Rangkaian kegiatan tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada program besar, melainkan juga pada kemampuan membangun kebersamaan, menyerap aspirasi, dan menghadirkan khidmat yang membumi. Dengan menyapa 14 MWCNU secara langsung, PCNU Kraksaan mengirimkan pesan bahwa sinergi kelembagaan harus terus dijaga agar NU tetap kokoh sebagai jam’iyah yang dekat dengan umat dan relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.