Krejengan — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krejengan melalui NU Care-LAZISNU kembali menggelar kegiatan rutin bulanan berupa Lailatul Ijtima’ dan Tekap Koin NU yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) di Desa Sentong, Dusun Kedungbringin, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan gerakan koin NU di tingkat kecamatan, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pengurus pasca Hari Raya Idul Fitri.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus NU Care-LAZISNU MWCNU Krejengan beserta badan otonom (banom), serta seluruh pengurus ranting NU dan LAZISNU ranting se-MWCNU Krejengan. Kehadiran para pengurus ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam mengembangkan program sosial keumatan.

Ketua MWCNU Krejengan, Kyai Syamsul Arifin, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar perolehan Tekap Koin NU ke depan dapat terus meningkat. Ia juga menekankan pentingnya soliditas serta semangat para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

“Melalui gerakan Koin NU ini, kita ingin membangun kemandirian jam’iyah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Krejengan, KH. Muhammad, M.Pd, dalam taujihahnya menegaskan bahwa dalam berkhidmat harus sesuai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama, para pengurus hendaknya melandasi niat semata-mata demi agama serta mengharap barokah para muassis NU.

“Khidmah kita ini bukan semata-mata karena struktur atau jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian lillahi ta’ala dan mengharap barokah para pendiri NU,” tuturnya.

Selain kegiatan utama, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa sebagai wujud nyata kepedulian sosial NU Care-LAZISNU kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini diharapkan mampu terus memperkuat gerakan kemandirian Nahdlatul Ulama serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.