Malang– Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Banyuanyar menunjukkan soliditasnya dengan menghadiri perhelatan akbar Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, pada Minggu (8/2/2026).
Kehadiran rombongan dari MWCNU Banyuanyar ini merupakan bagian dari ribuan jamaah yang memadati stadion untuk merefleksikan tema besar “Memperkokoh Jam’iyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.” Suasana Stadion Gajayana sendiri telah berubah menjadi “Lautan Hijau” sejak dini hari, di mana gema sholawat dan zikir mengangkasa, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta yang hadir dari berbagai penjuru.
Wakil Ketua 1 MWCNU Banyuanyar, Ust. M. Ainun Nadjib, menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar partisipasi fisik, melainkan momentum penting untuk memperbaharui semangat perjuangan organisasi. Beliau menegaskan bahwa kehadiran delegasi ini bertujuan untuk tabarrukan atau ngalap berkah, sekaligus memperkuat ikatan emosional antar pengurus dan warga NU. Menurutnya, hal ini merupakan wujud nyata komitmen MWCNU Banyuanyar dalam mengawal tradisi para pendiri sekaligus memastikan NU tetap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan peradaban dunia di masa depan.
Acara yang berlangsung khidmat ini menekankan pada tiga pilar utama yang menjadi ruh gerakan NU, yakni memperkokoh jam’iyah melalui penguatan tata kelola organisasi yang solid dan mandiri, menjaga tradisi dengan melestarikan amaliyah santri serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah arus modernisasi, serta mempertegas kontribusi peradaban dalam isu-isu global dan kemanusiaan. Kehadiran delegasi MWCNU Banyuanyar yang lengkap mulai dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, hingga badan otonom seperti Muslimat dan Fatayat, diharapkan mampu membawa energi baru saat kembali ke daerah asal untuk menjalankan program-program keumatan yang lebih progresif dan menyentuh masyarakat luas. (*)



