Pakuniran – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pakuniran menunjukkan keseriusan dalam membenahi infrastruktur organisasi.
Pihak pengurus resmi membentuk kepanitiaan baru untuk melanjutkan proyek pembangunan kantor MWC NU Pakuniran yang sempat mangkrak.
Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan dalam acara Lailatul Ijtima’ di Desa Glagah.
Penyerahan SK dilakukan oleh Rois Syuriah MWC NU Pakuniran, Kiai M. Faqih, didampingi Mustasyar KH Muzammil pada Rabu (14/1/2026).

Ust Moh. Firdaus dipercaya menjabat sebagai Ketua Panitia Rehab, didampingi Ust Agus Mulyanto sebagai Sekretaris dan Ust Kurniadi sebagai Bendahara.
Ketua Panitia, Moh. Firdaus, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari khidmah jam’iyah bagi seluruh warga Nahdliyin di Pakuniran.
“Kantor MWC NU adalah rumah besar bagi seluruh warga NU Pakuniran. Kami berharap proses rehab ini menjadi amal jariyah bersama,” ujarnya.
Ia juga memohon dukungan dari seluruh jamaah dan dermawan agar target pembangunan fisik yang dimulai Senin (19/1/2026) bisa tercapai tepat waktu.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan gedung ini mencapai Rp426.000.000 (empat ratus dua puluh enam juta rupiah).
Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, panitia mengandalkan iuran rutin pengurus dan partisipasi jamaah melalui program Khotmil Qur’an.
Sekretaris MWC NU Pakuniran, Ust. Kurniadi, menyatakan pembentukan panitia ini adalah bukti komitmen agar pembangunan tidak lagi terhenti.
“Penyerahan SK ini adalah bentuk komitmen agar pembangunan kantor segera dilanjutkan dan tidak lagi mangkrak,” tegas Ust. Kurniadi.
Ia menambahkan bahwa pihak pengurus ingin kantor tersebut benar-benar menjadi pusat pelayanan dan gerakan NU di Pakuniran.
Targetnya, seluruh proses konstruksi rampung pada akhir tahun 2026 sehingga tahun 2027 sudah bisa digunakan untuk agenda besar organisasi.
“Kami mengajak seluruh pengurus, lembaga, Banom, serta masyarakat untuk bersama-sama mendukung,” pungkasnya.


