Kraksaan, nukraksaan.or.id – Momentum Harlah satu abad Nahdlatul Ulama dimanfaatkan LP Ma’arif MWCNU Kraksaan untuk memperkuat fondasi pendidikan madrasah. Bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Zainul Anwar, Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (31/1/2026), digelar kegiatan Upgrading Kurikulum dan Pembelajaran KMA 1503 beserta panduan-panduannya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum jenjang MI, MTs, dan MA se-Kecamatan Kraksaan. Sejak pagi, peserta tampak memenuhi auditorium dengan membawa semangat belajar dan berdiskusi demi peningkatan mutu pembelajaran di madrasah Ma’arif.

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Anwar, KH. Hasan Assyadzili Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di pesantren yang diasuhnya. Ia menegaskan bahwa pesantren selalu siap menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan umat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Pesantren Zainul Anwar yang berdiri sejak 1964 memang diniatkan sebagai tempat belajar dan perjuangan,” ujar KH. Hasan Assyadzili Abdullah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya dalam dunia pendidikan saat ini.

“Ilmu agama harus kuat, tapi ilmu yang lain juga harus dikuasai. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, justru harus saling menguatkan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris LP Ma’arif PCNU Kraksaan, Kholid Musthofa, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas konsistensi LP Ma’arif MWCNU Kraksaan dalam menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, semangat tersebut patut menjadi contoh bagi MWCNU lainnya.

“LP Ma’arif MWCNU Kraksaan ini termasuk yang paling aktif. Di awal tahun 2026 saja sudah dua kali kegiatan dan selalu menghadirkan LP Ma’arif PCNU. Ini menunjukkan keseriusan dalam membangun kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Dalam sesi pengantar, Zuhdi Hasan, M.Pd menyoroti pentingnya kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa kualitas sekolah sangat ditentukan oleh kualitas kurikulumnya.

“Sekolah yang bagus pasti kurikulumnya bagus. Sayangnya, saat ini kurikulum sering hanya dijadikan syarat administratif belaka,” katanya.

Pemaparan utama disampaikan oleh Dr. Ahmad Zamroni, SS., M.Pd, Kepala MAN 2 Probolinggo sekaligus Wakil Ketua LP Ma’arif PCNU Kraksaan. Ia membawakan materi dengan gaya yang santai namun tetap serius dan berbobot. Penyampaian yang komunikatif dan gayeng membuat peserta larut dalam suasana diskusi.

Tak pelak, sesekali gelak tawa peserta menghiasi ruang upgrading saat Dr. Ahmad Zamroni menyelipkan contoh-contoh kontekstual yang dekat dengan realitas madrasah. Meski demikian, substansi materi tetap terjaga dan fokus pada penguatan pemahaman KMA 1503.

“Ruh pembelajaran itu adalah kurikulum. Kalau kurikulumnya tidak dipahami, maka pembelajaran akan kehilangan arah,” tegas Dr. Ahmad Zamroni.

Ia menambahkan bahwa kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal, melainkan harus hidup dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran di kelas.

Sepanjang kegiatan, peserta tampak aktif mencatat dan berdiskusi. Suasana serius yang dibalut keakraban menjadikan upgrading ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang belajar bersama yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif MWCNU Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan ruh pendidikan Ma’arif. Di momentum satu abad Nahdlatul Ulama, penguatan kurikulum dan pembelajaran menjadi ikhtiar penting dalam merawat tradisi keilmuan ulama sekaligus menjawab tantangan pendidikan masa depan.