MALANG – Semangat nahdliyin dari dataran tinggi tidak surut oleh dinginnya malam. Rombongan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, wilayah yang terletak di Lereng Pegunungan Argopuro, turut memadati Stadion Gajayana, Kota Malang. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti gelaran Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati 1 Abad NU.
Tepat pada Ahad (08/02/2026) pukul 03:20 dini hari, suasana stadion sudah memutih. Di tengah ribuan jamaah yang hadir, rombongan asal Krucil tampak khusyuk mengikuti rangkaian dzikir dan doa, menciptakan suasana spiritual yang mendalam di tengah suhu dingin Kota Malang yang menusuk.
Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari wilayah pegunungan yang berkelok, jumlah tersebut menunjukkan soliditas yang luar biasa dari pengurus dan warga NU di tingkat kecamatan untuk ikut serta dalam catatan sejarah satu abad organisasi ini.
Hadir memimpin rombongan secara langsung adalah Ketua MWCNU Krucil, H. Damanhuri. Sosok yang akrab disapa Haji Dahri ini memotivasi para peserta agar momentum bersejarah ini menjadi titik balik penguatan organisasi di wilayahnya.

Harapan Besar untuk Solidaritas Umat
Di sela-sela kekhusyukan acara, H. Dahri menyampaikan sebuah harapan besar yang menjadi bekal bagi para jamaah saat kembali ke lereng Argopuro nanti. Beliau menekankan bahwa kemeriahan satu abad ini harus berbuah pada penguatan ukhuwah yang nyata.
“Harapannya setelah pulang, kita semakin kompak, menambah solidaritas untuk umat manusia utamanya di kalangan nahdliyin,” tegas H. Dahri.
Rombongan MWCNU terdiri dari pengurus teras MWCNU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, hingga IPNU dan IPPNU. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa di usia satu abad, NU tetap mengakar kuat hingga ke desa-desa di lereng gunung.
Penulis: Ch_lis


