Kraksaan, nukraksaan.or.id – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Auditorium Madakaripura Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (7/2/2026). Ratusan santri bersama orang tua tampak memadati ruangan untuk menghadiri Wisuda Akbar ke-3 Metode Tartila dan Tahfidz yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Jam’iyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kraksaan.
Sebanyak 598 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan setelah lulus Tashih Akhir Santri. Mereka telah melewati serangkaian ujian dengan delapan materi pokok, meliputi fasohah, ghorib, tajwid, Juz Amma, hafalan hadits, hafalan doa-doa harian, serta praktik wudlu dan sholat. Prosesi wisuda berlangsung tertib, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan acara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Probolinggo, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini selaku Penasehat PC JQHNU Kraksaan, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan, serta Ketua PW JQHNU Jawa Timur KH. Ahmad Ahid Sufiyaji. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti dukungan kuat terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an di daerah.
Dalam sambutannya, Ugas Irwanto menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan para santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Wisuda ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga, mengamalkan dan menyiarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Ia juga menambahkan bahwa LPTQ memandang JQHNU sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi Qur’ani. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua PC JQHNU Kraksaan Habib Anis bin Hamid Al Habsyi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda akbar tersebut. Ia berharap para santri dapat menjaga hafalan dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Mudah-mudahan menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yang istiqamah. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” harapnya.
Nasihat penuh makna disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar para hafidz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga pada kemampuan menjaganya melalui murajaah yang konsisten.
“Saya mengingatkan agar tidak semata-mata mengejar target hafalan, melainkan memastikan hafalan tersebut dapat dijaga melalui murajaah yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kiai Zuhri menambahkan, kualitas hafalan harus menjadi prioritas utama.
“Lebih baik hafal sedikit tetapi bisa dijaga, daripada banyak tetapi tidak istiqamah,” tuturnya.
Ia pun mendorong adanya kegiatan lanjutan pasca kelulusan agar para hafidz dan hafidzah tetap dekat dengan Al-Qur’an serta memiliki wadah untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Sepanjang acara, raut bahagia tampak jelas di wajah para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka naik ke panggung wisuda. Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut sebagai tanda syukur atas perjuangan panjang dalam mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an.
Wisuda Akbar ke-3 ini menjadi penanda komitmen JQHNU Kraksaan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Islam di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial.


