Paiton, nukraksaan.or.id – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa sejak pagi hari di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Sukodadi, Paiton, Rabu (8/4/2026). Momentum halal bihalal yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan itu bukan hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya, tetapi juga menjadi ruang klarifikasi atas isu yang sempat beredar di kalangan nahdliyin.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kraksaan, Hafidzul Hakim Noer, atau yang akrab disapa Gus Hafidz, menyinggung adanya kesalahpahaman terkait posisi lembaga di tingkat MWCNU. Isu tersebut menyebutkan bahwa lembaga-lembaga di MWCNU sudah tidak ada karena telah “diambil alih” oleh PCNU.

Dengan nada tegas namun tetap santai, Gus Hafidz langsung meluruskan kabar tersebut. “Tidak, ini tidak benar,” ujarnya di hadapan para pengurus dan undangan yang hadir.

Ia menegaskan bahwa lembaga-lembaga yang ada di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama tetap berada di bawah naungan MWCNU. Tidak ada pengambilalihan kelembagaan sebagaimana yang sempat disalahpahami oleh sebagian pihak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Menurutnya, yang terjadi bukanlah penghapusan atau pemindahan kewenangan, melainkan penguatan koordinasi antarstruktur organisasi. Dalam hal ini, PCNU menghadirkan perwakilan lembaga di tingkat MWCNU sebagai bentuk sinergi, bukan dominasi.

“Yang ada itu perwakilan lembaga PCNU di tingkat MWCNU agar bisa bersinergi. Jadi bukan diambil, tapi diperkuat koordinasinya,” jelasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan penting bahwa struktur organisasi Nahdlatul Ulama tetap berjalan sesuai dengan garis koordinasi dan hierarki yang telah ditetapkan. MWCNU tetap memiliki kewenangan dalam mengelola lembaga di tingkatnya, sementara PCNU hadir untuk memperkuat arah gerak secara lebih terintegrasi.

Para pengurus dan undangan yang hadir tampak menyimak dengan seksama penjelasan tersebut. Beberapa di antaranya mengangguk tanda memahami, seolah mendapatkan kejelasan atas informasi yang sebelumnya simpang siur.

Momentum halal bihalal ini pun menjadi lebih bermakna. Tidak hanya mempererat silaturahim, tetapi juga menjadi sarana tabayyun atau klarifikasi terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat organisasi.

Dengan adanya penjelasan langsung dari Ketua PCNU Kraksaan, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman terkait posisi lembaga di MWCNU. Sinergi yang dibangun justru menjadi kekuatan bersama untuk menggerakkan roda organisasi secara lebih solid dan terarah.

Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, komunikasi yang jernih seperti ini menjadi kunci penting. Sebab, kekuatan Nahdlatul Ulama bukan hanya terletak pada struktur, tetapi juga pada kesatuan visi dan kebersamaan langkah para pengurusnya.