KH Badri Mashduqi selaku pendiri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, Probolinggo adalah seorang ulama kharismatik yang dikagumi oleh banyak orang. Ia juga salah satu tokoh NU yang alim dan menguasai ilmu fikih, utamanya fikih mazhab asy-Syafi’i. Sewaktu nyantri dan belajar di beberapa pesantren, sosok Badri Mashduqi memang sudah dikenal cerdas, rajin puasa, dan aktif dalam forum diskusi.   Beberapa Pesantren yang pernah ia jelajahi yaitu Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo (1950), Pondok Pesantren Bata-Bata Pamekasan (1956), Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan (1959), dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (1965).

Mengabdikan diri di PC Nahdlatul Ulama (NU) Kraksaan

Pada 1964, KH. Badri Masuqi banyak berkiprah di Seletreng Situbondo. Saat itu, KH. Badri Masduqi diambil menantu oleh pamannya, KH. Sufyan Miftahul Arifin Situbondo (Alumni Pesantren Zainul Hasan Genggong.) Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bunga Seletreng Situbondo. KH. Badri Masduqi dinikahkan dengan putri pertamanya, Halimah.

KH. Badri Masduqi memang dikenal ramah, ia sering berkunjung ke rumah-rumah dan tekun menjadi silaturahim dengan masyarakat. Di Situbondo, KH. Badri Masduqi sering diajak dalam kegiatan NU Situbondo oleh pamanya, yaitu KH. Sufyan yang saat itu menjadi Rais Syuriyah PCNU Situbondo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gambar nukraksaan

Pada 1955, Hadratussyeikh KH. Moh. Hasan berhalangan tetap karena wafat, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan juga dijabat oleh KH. Abdullatif pada periode 1955 sampai 1962. Kemudian pada tahun 1962 KH. Zaini Mun’im Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid paiton sebagai Rais Syuriyah kedua, menggantikan KH. Abdullatif yang merangkap jabatan dan masa baktinya sudah habis. Pada tahun 1872, KH. Zaini Mun’im terpilih kembali menjadi Rais Syuriyah dan ketua Tanfidziyah yang terpilih adalah KH. Badri Masduqi Kraksaan. Sedangkan pada tahun 1973 KH. Badri Masduqi mundur sebagai ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan dengan digantikan oleh KH. A. Wahid Paiton, sehingga pada tahun 1981 PCNU Kraksaan menggelar konfercab yang saat itu terpilih menjadi Rais Syuriyah adalah KH. Badri Masduqi sedangkan ketua Tanfidziyah yang terpilih adalah KH. A Wahid Paiton. (*)